Trik Pilih Teman Cerita bagi Ibu

Kompas.com - 12/02/2019, 14:13 WIB
Ilustrasi perempuan bercengkeramaDragonImages Ilustrasi perempuan bercengkerama

JAKARTA, KOMPAS.com - Support system, entah teman hingga orangtua, merupakan salah satu yang penting bagi seorang ibu. Keberadaan mereka dianggap dapat mendukung, baik dari sisi mental atau masalah yang ditemukan terkait anak.

Nah, salah satu support system yang kerap dimintai bantuan, selain orangtua, adalah teman atau sahabat. Peran mereka cukup penting dalam memberikan sejumlah masukan dan pertolongan

Namun, penting untuk dicatat agar pandai memilih teman, termasuk seberapa banyak kisah yang dibagikan.

Psikolog klinis keluarga Monica Sulistiawati mengungkapkan, kesetiaan seorang teman akan teruji saat kondisi paling sulit. Kita bisa membagikan cerita tentang keadaan sulit pada seorang teman, dan melihat ekspresi mereka saat mendengarkan.

"Kalau mereka menerima cerita kita seperti 'ogah-ogahan', tidak senang, atau tidak puas, barangkali dia bukan jadi teman yang tepat saat itu," ujar Monica saat acara Mothercare #senangnyajadiibu, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Langkah selanjutnya adalah dengan menceritakan ke teman lain. Ini juga yang menurut Monica mendorong kita memiliki teman banyak, sehingga bisa mendapatkan ragam saran serta tidak tergantung dengan satu orang.

Sementara itu, aktris Sandra Dewi mengungkapkan sangat pilih-pilih saran dari teman dan sahabat. Dia juga bisa menilai seseorang bisa dikatakan sahabat atau teman dari saran yang diberikan.

"Teman baik adalah yang ingin kita maju, serta tidak menjelekan suami dan anak," ujar Sandra.

Nah, soal seberapa banyak cerita yang bisa dibagikan, Monica mengatakan hal itu bisa mengikuti kata hati, salah satunya kepercayaan kepada teman tersebut.

"Kalau teman satu gender, mungkin bisa lebih terbuka. Tapi, kalau teman lain gender, ya harus hati-hati, karena kan kita sudah punya pasangan," kata Monica.



Terkini Lainnya


Close Ads X