Medsos Pengaruhi Pandangan Soal Kecantikan Diri

Kompas.com - 12/02/2019, 16:36 WIB
Ilustrasi media sosialshutterstock Ilustrasi media sosial

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap orang ingin tampil menarik. Tak sedikit yang kemudian pergi ke klinik kecantikan untuk mempercantik diri, khususnya perempuan.

Namun, saat ini, keinginan mempercantik diri itu ternyata juga didorong keberadaan media sosial, yang membuat penggunanya berlomba-lomba ingin lebih eksis tampil.

Founder dan President director Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti, Dipl. AAAM menjelaskan, hal ini membuat tantangan para dokter kecantikan semakin kompleks.

Pasalnya, masyarakat tak hanya mempertimbangkan aspek kecantikan fisik, namun juga faktor lainnya. Seperti faktor psikososial karena interaksi dengan lingkungannya.

Tak sedikit orang yang ingin tampil cantik di media sosial demi opini positif atau pengakuan dari orang-orang sekitar.

"Orang butuh aktualisasi diri. Dia mempercantik diri tidak mungkin kalau bukan karena ingin eksis. Apalagi di dunia digital, semua orang ingin selfie, eksis, butuh pengakuan, apresiasi dari orang sekeliling."

Hal itu dikatakan Lanny dalam acara Aesthetic Outlook 2019 oleh Miracle di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Di dunia media sosial, khususnya Instagram, hal-hal berkaitan dengan kecantikan dan perempuan menurutnya menjadi beberapa bidang yang paling banyak dicari. Kondisi itu pada akhirnya membentuk suatu persepsi akan kecantikan.

Sehingga, kecantikan kini bukan hanya sesuai persepsi dokter atau si pemilik wajah, melainkan juga dari penilaian orang sekitar.

"Pandangan itu akan men-drive, beauty is not about personal beauty. Bukan milik pribadi tapi sosial," ujarnya.

Paradigma ini dikenal dengan istilah "beauty 4.0", di mana hasil baik dan kepuasan pasien saja tidak lah cukup. Kecantikan harus membuat seseorang menjadi percaya diri, dipandang menarik, sehingga memiliki interaksi yang positif dengan orang lain.

"Cantik ini lebih dari sekadar cantik, tapi menarik. Beauty-nya ini menimbulkan ketertarikan," tuturnya.

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X