Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal 3 Jenis Kanker Darah: Leukimia, Limfoma, dan Myeloma

Kompas.com - 13/02/2019, 21:26 WIB
Wisnubrata

Editor

Sumber

Jenis kanker darah limfoma secara spesifik menyerang limfosit. Limfosit adalah sel darah putih di sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi, dan ini termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, serta sumsum tulang. Fungsi limfosit yang tidak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Kanker darah limfoma dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yaitu: limfoma non-Hodgkins dan limfoma Hodgkins. Namun, gejala kanker limfoma yang umum adalah:

  • Adanya tonjolan di bawah kulit, selangkangan, leher, atau ketiak
  • Demam dan menggigil
  • Batuk yang tak kunjung sembuh dan membaik
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Gatal-gatal di seluruh tubuh
  • Keringat berlebih di malam hari
  • Sakit perut, punggung, atau nyeri tulang
  • Selalu merasa lemah, lesu, dan tidak bersemangat
  • Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas
  • Nafsu makan menurun
  • Muncul darah dalam tinja atau muntah
  • Haid dengan volume darah yang berlebihan

Limfoma adalah jenis kanker darah yang tidak umum. Namun, risiko untuk mengidapnya dapat meningkat pada pria berusia 60 tahun atau lebih yang kelebihan berat badan dan/atau punya daya tahan tubuh lemah karena penyakit seperti rematik, lupus, HIV/AIDS, atau hepatitis C.

Risiko seseorang juga dapat meningkat jika ada riwayat kanker yang sama dalam silsilah keluarganya.

Apakah pengobatannya juga beda?

Ya. Setiap jenis kanker darah mungkin membutuhkan terapi dan lama durasi pengobatan yang berbeda.

Umumnya dokter dapat menentukan jenis pengobatan kanker leukimia yang paling tepat setelah mengamati riwayat kesehatan serta melakukan pemeriksaan fisik dasar untuk memastikan jenis kanker mana yang diidap.

Pilihan pengobatan kanker darah terdiri dari kemoterapi, terapi biologis untuk penguatan sistem imun, terapi target, terapi radiasi, transplantasi sel induk, transplantasi sumsum tulang, dan resep obat kortikosteroid seperti prednisone atau dexamethasone.

Tergantung juga dari seberapa luas penyebaran sel kankernya, pasien mungkin membutuhkan kombinasi dari beberapa pilihan pengobatan tersebut.

Jika kamu curiga mengalami gejala-gejala kanker darah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat. Ingat, semakin cepat mendeteksi dan mengobati kanker maka peluang sembuh totalnya juga semakin tinggi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com