Kompas.com - 14/02/2019, 17:00 WIB
Seorang pedagang membawa buket bunga berbentuk hati yang dijual menjelang perayaan hari Valentine di jalanan kota Islamabad, Pakistan. Pemerintah Pakistan telah melarang perayaan hari kasih sayang tersebut sejak 2017 lalu. Aamir Qureshi / AFPSeorang pedagang membawa buket bunga berbentuk hati yang dijual menjelang perayaan hari Valentine di jalanan kota Islamabad, Pakistan. Pemerintah Pakistan telah melarang perayaan hari kasih sayang tersebut sejak 2017 lalu.

KOMPAS.com – Masyarakat Asia disebut makin romantis dalam merayakan Hari Valentine tahun ini.

Hal ini disimpulkan berdasarkan studi terbaru Mastercard yang menunjukkan bahwa masyarakat Asia melakukan pengeluaran 33 persen lebih banyak dibandingkan tahun 2016 untuk menciptakan momen romantis terbaik di Hari Valentine.

Bahkan Mastercard Love Index 2019 mengungkap bahwa masyarakat di wilayah Asia Pasifik  memimpin wilayah-wilayah lain di seluruh dunia dalam hal peningkatan jumlah pengeluaran untuk hal-hal romantis saat Valentine.

“Hal ini terlihat dari total pengeluaran untuk hal-hal romantis selama periode Hari Valentine yang meningkat sebesar 33 persen sejak tahun 2016, dan jumlah transaksinya yang meningkat sebesar 37 persen,” demikian isi data studi Mastercard Love Index 2019 seperti diterima Kompas.com, Kamis (14/2/2019).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan total pengeluaran untuk hal-hal romantis di Amerika Serikat yang turun sebesar 8 persen di periode yang sama, yaitu transaksi kartu kredit, debit dan prabayar selama tiga tahun mulai dari 11 Februari 2016 sampai 14 Februari 2018.

Menurut data dari Mastercard, istilah pengeluaran untuk hal-hal romantis merepresentasikan seluruh transaksi selama periode Valentine yang mencakup kategori restoran, hotel, transportasi, buku dan catatan, perhiasan, dan alat tulis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hari Valentine, Google pun Jadi Penasihat Cinta

Bunga menjadi salah satu benda paling diburu warga Turki di Hari Valentine.Shutterstock Bunga menjadi salah satu benda paling diburu warga Turki di Hari Valentine.

“Kemudian tiga negara Asia Pasifik dengan tingkat lonjakan tertinggi dalam pengeluaran untuk hal-hal romantik adalah Tiongkok dengan angka lonjakan sebesar 88 persen, Jepang dengan angka lonjakan sebesar 68 persen, dan Hong Kong dengan nilai lonjakan sebesar 62 persen,” demikian data Mastercard.

Sebesar 29 persen dari orang Asia  merupakan persentase terbesar yang menunggu hingga menit terakhir untuk membeli hadiah spesial di tanggal 14 Februari.

Namun, kurangnya perencanaan ini tidak berlaku pada konsumen-konsumen di Tiongkok, di mana 40 persen transaksi dilakukan pada tanggal 12 Februari.

Baca juga: 4 Ide Sehat Rayakan Valentine Bersama Pasangan

Menurut data Mastercard, transaksi pembelian hadiah di menit terakhir kemungkinan terjadi karena banyak orang Asia yang pergi membeli hadiah mereka sendiri yaitu sebesar 86 persen dibandingkan berbelanja online yaitu sebesar 10 persen.

Dalam hal memanjakan pasangan di Hari Valentine, orang Asia masih percaya bahwa untuk memikat hati seseorang adalah melalui perut mereka. Hal ini dibuktikan dengan data Mastercard yang menunjukkan bahwa di tahun 2018, 68 persen transaksi Valentine dilakukan di restoran.

Hal ini juga merepresentasikan kenaikan jumlah transaksi di restoran sebesar 41 persen selama tiga tahun terakhir saat hari kasih sayang ini tiba.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.