Cegah Kanker Serviks Sejak Dini Lewat Vaksinasi

Kompas.com - 14/02/2019, 20:53 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) pada anak perempuan pra-remaja untuk mencegah terjadinya kanker serviks atau leher rahim menjadi upaya pencegahan yang amat penting.

Data GLOBOCAN 2018 menunjukkan, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 atau 17,2 persen dari perempuan di Indonesia. Angka kematiannya jika dirata-rata sekitar 50 perempuan setiap hari.

Jumlah ini naik dari data tahun 2012 yang menyebut jumlah kematiannya 26 perempuan perhari.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim yang disebabkan HPV. Selain menyebabkan kanker serviks, HPV menyebabkan beberapa penyakit, antara lain, kutil kelamin, kanker vagina, dan kanker vulva. Perlu waktu 3-20 tahun untuk terjadi kanker serviks.

Menurut Prof.Dr.Andrijono Sp.OG (K), ada dua pencegahan kanker serviks, yaitu pencegahan primer dan sekunder.

"Pencegahan primernya adalah vaksin. Jakarta telah memulai proyek percontohan vaksinasi HPV untuk siswi kelas 5 SD. Kita harapkan segera menjadi program nasional," kata dokter yang menjadi Ketua Himpunan Ginekologi Onkologi Indonesia ini.

Sementara itu, pencegahan sekunder penyakit ini adalah melakukan deteksi dini atau screening dengan pap smear atau pun IVA (inspeksi asam asetat). Sayangnya, cakupan deteksi dini di Indonesia sangat rendah.

Baca juga: 4 Pemeriksaan Penting untuk Cegah Kanker Serviks

Kanker serviks paling banyak menyerang perempuan usia produkif. Masa di mana
perempuan sedang berada dalam puncak karirnya, dan mungkin sedang sangat menikmati peran sebagai seorang ibu.

“Perempuan hidup tak hanya untuk dirinya sendiri. Begitu dia sakit, satu keluarga bahkan senegara ikut sakit,” ujar dr. Venita, Ms.C, Kepala Bidang Pelayanan Sosial YKI (Yayasan Kanker Indonesia) Provinsi DKI Jakarta.

Biaya pengobatan kanker jauh dari kata murah. Sekalipun memiliki asuransi, pagu hingga ratusan juta bisa habis. Bahkan harta benda pun ikut habis untuk biaya pengobatan, hingga tak bersisa.

Venita mengatakan, biaya vaksin yang mahal sering menjadi alasan untuk tidak melakukannya. Padahal, menurutnya banyak orang yang lebih rela mengeluarkan uang yang lebih besar untuk membeli ponsel atau berlibur.

“Kita mau mengeluarkan banyak uang untuk membeli ponsel yang hanya bisa digunakan selama dua tahun. Kenapa tidak mau menabung untuk mengusahakan vaksin yang akan melindungi seumur hidup?” ujarnya.

Vaksinasi HPV dianjurkan diberikan pada anak perempuan berusia di atas 9 tahun. Di usia 9-13 tahun, vaksinasi cukup diberikan dua kali dengan interval 6 bulan. Sementara untuk rentang usia di atasnya perlu diberikan tiga kali.

Baca juga: WHO Serukan Tindakan Cepat Basmi Kanker Serviks

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X