Kompas.com - 19/02/2019, 13:26 WIB
Ilustrasi olahraga melompat UberImagesIlustrasi olahraga melompat
|
Editor Wisnubrata

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa banyak orang mampu menurunkan berat badan dan lemak tubuh lebih efektif dari dua tipe latihan interval tersebut, yaitu HIIT dan sprint, dibanding latihan intensitas moderat.

Orang-orang yang melakukan latihan interval mampu menurunkan berat badan 29 persen lebih banyak daripada orang-orang yang melakukan latihan intensitas moderat.

Baca juga: Berapa Lama Olahraga HIIT Untuk Menurunkan Berat Badan?

Salah satu pimpinan studi Paulo Gentil, Ph.D yang juga profesor di department of physical educaion and dance di Universidade Federal de Goiás in Brazil menjelaskan, latihan interval mampu mengubah metabolisme tubuh.

Selain itu olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi dapat memberikan manfaat fisiologis berkaitan dengan penurunan berat badan jangka panjang.

"Dengan kata lain, pembakaran lemak dalam tubuh juga lebih efisien," kata dia.

Sementara latihan intensitas moderat dinilai tidak memberi dampak metabolisme yang sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gentil menjelaskan, olahraga intensitas moderat mampu membakar lemak dan kalori selama latihan, namun setelah latihan selesai, ada perubahan metabolik yang membuat peluruhan lemak lebih sulit dan menyokong akumulasi lemak.

"Meskipun hal itu bukan berarti latihan intensitas rendah menyebabkan kita naik berat badan, perubahan metabolik dari jenis olahraga ini mungkin saja mengganti lemak yang terbakar selama olahraga," ujar Gentil.

Riset tersebut menemukan latihan interval lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, bukan berarti semakin banyak latihan dilakukan maka semakin baik.

Pasalnya olahraga jenis ini cenderung lebih berat bagi tubuh, maka kamu tidak dianjurkan untuk melakukannya terlalu sering.

Jika kamu melakukan olahraga intensif, secara instan, cadangan glikogen dalam tubuh akan habis secara perlahan dan kamu memerlukan dua hingga tiga hari pemulihan sebelum melakukan olahraga lainnya.

Dan ketika kamu memiliki target penurunan berat badan, kamu juga perlu memerhatikan pola makan sebagai pelengkap olahragamu.

Gentil menekankan pentingnya pola makan sehat dalam mendukung target berat badan. Pola makan sehat yang dikombinasikan dengan latihan interval adalah cara yang tepat untuk meraih kesuksesan dalam mencapai berat badan ideal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.