Diet Tinggi Protein Dinilai Tak Sehat, Apa Alasannya?

Kompas.com - 20/02/2019, 08:55 WIB
Ilustrasi proteinpiyaset Ilustrasi protein

KOMPAS.com - Kita sering sekali mendengar anjuran untuk mengurangi asupan karbohidrat, terutama karbohidrat sederhana, demi pola hidup sehat.

Begitu juga dengan lemak. Kita sering disarankan untuk memprioritaskan konsumsi lemak sehat.

Namun, bagaimana dengan protein?

Sejumlah peneliti di Australia Selatan mengklaim telah mendapatkan kunci mengapa diet tinggi protein tidak sehat dan bisa mengurangi usia.

Baca juga: Yuk, Menakar Jumlah Kebutuhan Protein Harian untuk Tubuh

Para peneliti menggunakan cacing dan lalat buah untuk menginvestigasi bagaimana diet berperan dalam kecepatan sintesis protein.

Hasilnya, percepatan sintesis protein akan memproduksi lebih banyak kerusakan dalam tubuh, dan berkaitan dengan usia yang lebih pendek.

Penemuan dari sejumlah ilmuwan di South Australian Health & Medical Research Institute (SAHMRI) mendukung hasil tersebut.

Penelitian SAHMRI menyampaikan, karbohidrat tidak selalu menjadi sumber makanan yang jahat.

Dalam penelitian mereka teridentifikasi bagaimana nutrisi mampu membantu memperpanjang usia.

Hal ini diungkapkan salah satu penulis studi dan pimpinan bidang gizi dan metabolisme di SAHMRI, Profesor Christopher Proud.

Baca juga: Cara Praktis Penuhi Kebutuhan Protein Saat Bentuk Otot

Proud menyebut, sains sudah memberi alasan sejak lama bahwa makan terlalu banyak, khususnya protein, bisa mengurangi harapan hidup seseorang.

Tim mereka mendemonstrasikan, peningkatan level nutrisi mempercepat sintesis protein dalam sel.

Semakin cepat proses ini terjadi, maka akan semakin banyak kerusakan yang dibuat.

"Sama seperti aktivitas harian, seperti berkendara. Semakin kencang kamu berkendara, semakin tinggi kecenderungan kamu membuat kesalahan," kata Proud.

Hasil dari penumpukan protein yang salah dalam sel akan memengaruhi kondisi kesehatan, bahkan memperpendek waktu hidup.

Riset yang telah dipublikasikan di Current Biology ini juga memperkuat hubungan antara diet rendah protein, tinggi karbohidrat, dan masa hidup yang lebih sehat.

Hal ini terutama berkaitan dengan kesehatan otak.

Baca juga: 15 Makanan Tinggi Protein dan Rendah Karbohidrat

Karbohidrat, kata Proud, sering dicap sebagai sumber yang buruk, terutama jika dikaitkan dengan diet.

Namun, kuncinya sebetulnya adalah keseimbangan dan mengetahui perbedaan antara karbohidrat baik dan buruk.

Konsumsi karbohidrat tinggi serat seperti buah, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh justru dapat memberikan manfaat kesehatan.

Sama seperti diet mediterania tradisional yang kerap dikaitkan dengan panjangnya usia.

"Kita semua sudah mengetahui bahwa membatasi asupan makanan dapat memperpanjang usia," ujar dia.

Baca juga: Berapa Banyak Protein dalam Telur? Simak Fakta Nutrisinya...



Close Ads X