Kompas.com - 20/02/2019, 20:55 WIB
Ilustrasi marah Digital Vision.Ilustrasi marah
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah gangguan kesehatan yang tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dikendalikan. Maka dari itu, bagi mereka yang punya tekanan darah tinggi sebaiknya dikendalikan.

Banyak juga yang bilang kalau orang yang punya tekanan darah tinggi itu suka marah dan emosinya tidak stabil. Begitu juga sebaliknya, cepat marah bisa bikin tekanan darah naik. Apa benar begitu?

Mungkin ketika kamu sedang marah atau kesal, orang-orang akan bertanya, apakah tekanan darah tinggimu sedang kambuh saat itu. Ya, tekanan darah tinggi kerap kali dikaitkan dengan perubahan mood yang tiba-tiba dan peningkatan emosi.

Sebenarnya, anggapan banyak orang tentang hal ini tidak sepenuhnya salah. Ternyata memang, tekanan darah tinggi atau hipertensi berhubungan dengan perubahan suasana hati, membuat kita lebih mudah marah daripada sebelumnya.

Hal ini bahkan telah dibuktikan dalam beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa orang yang hipertensi cenderung cepat marah dan mudah berubah mood-nya.

Kenapa orang yang punya tekanan darah tinggi gampang marah?

Para ahli belum mengetahui secara pasti apa penyebab di balik suasana hati yang mudah berubah pada orang dengan hipertensi. Namun, ada beberapa teori yang disebutkan, yaitu:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Tidak bisa mengendalikan stres dengan baik

Meskipun belum dipastikan merupakan penyebab mengapa orang dengan darah tinggi mudah marah, tapi para ahli menyatakan bahwa orang dengan tekanan darah yang tinggi cenderung tidak dapat mengendalikan rangsangan stres dengan baik. Hal ini membuat otak mengeluarkan amarah sebagai responnya.

Namun, hubungan stres dan hipertensi masih harus diteliti lebih lanjut, bagaimana tekanan darah tinggi bisa mengganggu respon otak dalam mengendalikan emosi.

2. Ada pengaruh dari obat hipertensi

Orang yang hipertensi, biasanya akan mendapatkan obat minum yang ditujukan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

Dalam beberapa riset memang disebutkan bahwa obat yang dikonsumsi orang yang hipertensi, akan menimbulkan efek samping pada mood. Hal ini dibenarkan oleh penelitian yang diterbitkan dalam Hypertension Journal Report.

Penelitian ini menyebutkan bahwa obat-obat tersebut dapat mengganggu kerja otak dalam mengelola stres dan emosi. Dalam riset ini, diketahui bahwa obat-obatan yang dapat menimbulkan perubahan mood pada orang yang hipertensi adalah:

  • Obat beta-blocker dan calcium antagonist, obat ini digunakan untuk menghindari kerusakan fungsi jantung yang biasanya terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi.
  • Obat diuretik, khususnya thiazide, yang digunakan untuk mencegah penumpukan cairan pada orang yang hipertensi.

Ilustrasi marah di ponselKristinaJovanovic Ilustrasi marah di ponsel

Lantas, apakah semua orang yang punya tekanan darah tinggi pasti mudah marah?

Tentu, ini bukan hal yang pasti terjadi. Tak semua orang yang tekanan darahnya naik akan mudah marah dan memiliki emosi yang tidak stabil. Semua tergantung bagaimana kita mengelola emosi dan stres.

Ingin melatih diri agar bisa mengendalikan amarah? Kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut:

Luapkan kemarahan setelah menenangkan diri

Bila tahu bahwa kamu akan meledak dalam amarah, sebaiknya tahan diri dengan cara mencari tempat sepi di mana kamu bisa menyendiri.

Kamu bisa mengekspresikan kemarahan ketika sudah mulai tenang, misalnya dengan cara curhat ke orang terdekat. Namun, jangan ketika emosi masih meluap-luap.

Berpikir dulu sebelum bicara

Saat dilanda kemarahan, kamu mungkin mudah sekali mengatakan hal-hal yang menyakitkan tanpa memikirkan konsekuensinya. Hal yang kerap kali bikin masalah tambah panjang, bukannya menyelesaikan masalah.

Ingat, bisa saja apa yang kamu katakan ketika emosi, akan berbalik dan menjadi bumerang.

Cari tahu apa yang sebenarnya membuat marah

Pahami dan kenali diri lebih dalam. Cari tahu situasi apa yang akan membuat kamu marah, dengan begini kamu bisa mengelola amarah.

Ketika tenang kamu bisa menilai lagi, apakah penyebab kemarahan itu wajar atau tidak. Bila memang kamu marah tanpa sebab yang signifikan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Berlatih relaksasi

Relaksasi dapat membantu mengendalikan diri dari amarah. Mulai sekarang, cobalah untuk berlatih berelaksasi dan menenangkan diri.

Setiap orang punya cara yang berbeda-beda. Misalnya dengan menarik napas dalam, mendengarkan lagu, atau menggambar. Hal ini pasti berguna dalam kondisi dan situasi apa pun, termasuk ketika sedang marah.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X