Kompas.com - 22/02/2019, 06:52 WIB
Ilustrasi anak susah makan. ThinkstockphotosIlustrasi anak susah makan.
|
Editor Wisnubrata

"Bisa makan di kendaraan atau saat menunggu bel sekolah. Jadi jangan sampai lupa sarapan," kata Raissa.

Sarapan menyumbang sekitar 20 persen energi harian sehingga seharusnya tak dilewatkan.

Membangun kebiasaan sarapan bukanlah hal yang mustahil.

Ahli neuroanatami dan neurosains Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.Kes, M.Pd menyebutkan, diperlukan waktu minimal 22 hari untuk membentuk kebiasaan baru, terutama kegiatan berkaitan dengan motorik.

Setelah sarapan dilakukan minimal 22 hari secara kontinyu, maka kegiatan tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan.

"Setelah itu otak akan berubah dan lama-lama bangunan itu terbentuk menjadi kebiasaan," kata Taufiq.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.