Kompas.com - 25/02/2019, 19:24 WIB
Panggung Oscar, Minggu (24/2/2019) malam. Twitter @ScottFeinbergPanggung Oscar, Minggu (24/2/2019) malam.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Malam penganugerahan Oscar telah dilangsungkan pada Minggu (24/2/2019) waktu Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Berbagai hal dari perhelatan bergengsi tersebut menjadi perbincangan di media sosial. Termasuk soal tata panggung yang dianggap oleh sebagian pihak agak aneh.

Jika dilihat dari kejauhan, panggung Oscar tampak dikelilingi oleh dekorasi dengan bentuk gelombang-gelombang besar berwarna emas yang berkilau.

Sejumlah warganet melihatnya tampak seperti wig rambut. Sebagian lainnya bahkan melihatnya mirip dengan rambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Lalu, apa yang sebetulnya ingin dicapai dari tata panggung tersebut?

Di balik tata panggung mirip wig rambut tersebut rupanya terdapat pesan inklusivitas. Hal itu diungkapkan oleh set desainer David Korins.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada Architectural Digest, Korins menjelaskan bahwa saat ini ada banyak perspektif berbeda di kalangan masyarakat, terutama pada bidang politik.

"Ada banyak pemikiran kaku serta situasi pasang surut. Aku ingin membuat suatu pernyataan tentang sebuah inklusi bahwa sebetulnya hampir tidak ada yang namanya garis lurus dalam keseluruhan desain," kata dia.

Instalasi cantik dengan garis-garis asimetris pun dibuat. Garis-garis tersebut seolah memeluk seluruh tamu dan membalut kotak opera tersebut.

"Ini adalah sebuah pernyataan inklusi. Sebuah pernyataan tentang komunitas di dalam ruangan yang juga menjangkau banyak orang lewat kamera dengan sudut-sudut yang berbeda," sambungnya.

Apapun makna inklusi yang dimaksud Korins, Korins tetap harus mengukir pesan-pesannya tersebut dengan kristal Swarovski. Dekorasi mirip rambut tersebut diberi nama "Crystal Swag" menjulang setinggi tiga lantai atau 54 kaki (16,4 meter).

Menurut Korins, desain tersebut benar-benar sebuah tantangan baginya serta tidak ada narasi linear di balik desain tersebut.

"Kami berpikir harus menciptakan suatu pernyataan tentang bagaimana dunia saat ini dan harapan kami untuk dunia," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Cut

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.