Kompas.com - 27/02/2019, 10:43 WIB
Salah satu sepatu produksi Minen Leather di Bandung. KOMPAS.com/RENI SUSANTISalah satu sepatu produksi Minen Leather di Bandung.

“Beli sepatu Minen itu jajan awet. Jadi lama orang gak balik lagi beli sepatu, paling kalo ada yang bosen. Atau banyak yang merekomendasikan ke teman-temannya,” ungkap dia.

Mengenai rencana ke depan, Ricky mengaku, akan terus berinovasi, menambah tenaga kerja hingga bisa meningkatkan produksi.

Baca juga: Dengar Harga Sepatu Exodos57 Rp 2,9 Juta, Presiden Jokowi Protes

Menjaga Perajin

Persoalan bisnis sepatu yang mengemuka akhir-akhir ini adalah pembajakan perajin.

Hal itu pun dialami oleh Ricky. Perajin yang ia didik kemudian dibajak pengusaha sepatu lainnya.

Karena itu, ia memperlakukan perajin seperti keluarga. Bagi dia, perajin adalah seniman yang harus dihargai dalam setiap karyanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya tidak pernah memperlakukan perajin seperti pegawai. Mereka istimewa. Mereka itu luar biasa. Saya memperlakukannya sebagai saudara dan seniman,” tutup dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.