Festival Sarung dan Musik NTT Siap Digelar

Kompas.com - 28/02/2019, 08:08 WIB
Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat (tengah) berfoto bersama kaum ibu penenun di Kampung Penenun Adonara, Flores Timur, NTT.Istimewa Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat (tengah) berfoto bersama kaum ibu penenun di Kampung Penenun Adonara, Flores Timur, NTT.

KOMPAS.com - Sarung dan tenun ikat merupakan salah satu produk kebudayaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk lebih memperkenalkan warisan budaya ini, akan digelar Festival Sarung dan Musik NTT di Kota Kupang, NTT, Sabtu (2/3/2019).

Dalam acara yang diprakarsai oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT, Julie Sutrisno Laiskodat itu, akan ditampilkan tenun ikat hasil kreasi perempuan di seluruh pelosok Flobamora, yakni Pulau Flores, Sumba, dan Timor.

“Kami ingin mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya penenun. Juga untuk membangkitkan kebanggaan di kalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain sarung NTT,” ujar Julie dalam keterangan pers.

Ia mengatakan festival yang digelar di ajang bebas kendaraan (CFD) mulai pukul 06.00 - 10.00 WITA ini akan diikuti sekitar 10.000 peserta.

Acara juga akan dimeriahkan oleh 1.800 pelajar yang akan membawakan tarian masal daerah, seperti Gawi, Dolo-dolo Jai dan Tebe.

“Yang unik dari acara ini, peserta diwajibkan berbusana kaus putih dan sarung bahan tenun ikat asli NTT. Yang datang tanpa sarung tenuh ikat asli NTT saya tolak,” kata Julie yang juga istri Gubernur NTT Victor Laiskodat itu.

Warga melintas di antara tenun ikat di Pasar Alok, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/7/2018). Di Pasar Alok, setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka dan daerah lainnya untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan mesin tenun tradisonal.ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR Warga melintas di antara tenun ikat di Pasar Alok, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/7/2018). Di Pasar Alok, setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka dan daerah lainnya untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan mesin tenun tradisonal.

Selain musik dan tarian, festival ini juga menampilkan makanan-makanan khas yang berbasis kelor.

Julie berharap festival itu dapat menjadi ajang tahunan yang dapat menjadi daya tarik pariwisata daerah.

“Kita juga akan mendorong penetapan Hari Sarung Nasional. Sarung yang merupakan warisan kekayaan leluhur mesti dilestarikan serta layak disejajarkan dengan batik sebagai busana nasional. Dengan itu, geliat perekonomian para penenun juga akan semakin meningkat,” katanya.

Sementara itu di Jakarta, Kementrian Koperasi dan UKM akan menggelar Festival Sarung Indonesia pada Minggu 3 Maret 2019 di kawasan Gelora Bung Karno.





Close Ads X