Kompas.com - 04/03/2019, 18:36 WIB
Ilustrasi pria shutterstockIlustrasi pria
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com -  Sejumlah penelitian telah menunjukkan adanya manfaat fisik dan mental di balik status lajang. Namun, beberapa orang masih menganggap kesendirian sebagai situasi yang menakutkan.

Psikolog online Caroline Müller menyampaikan, banyak kliennya yang berpikir demikian.

"Banyak orang merasakan hal itu. Mereka sangat takut melajang, melebihi apapun. Seolah ini adalah hal paling mengerikan yang bisa terjadi," kata Müller.

Tak sedikit orang yang berpindah dari hubungan satu ke hubungan lainnya karena terlena dengan perasaan senang mendapat perhatian. Padahal, hal itu bisa meningkatkan risiko jatuh ke orang yang salah atau bahkan terjebak dalam "hubungan beracun".

Baca juga: 8 Keuntungan Berstatus Jomblo

Namun, orang-orang tersebut menganggap, bersama orang yang salah lebih baik ketimbang melajang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Müller mengatakan, beberapa kliennya adalah orang-orang yang tidak pernah menyandang status lajang. Menurutnya, ketakutan mereka aneh.

Padahal, Müller menilai status lajang adalah kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan belajar mencintai diri sendiri dengan lebih baik.

Ketika kita terus mendapatkan pujian serta kepercayaan diri berdasarkan apa yang dikatakan orang lain, maka kita akan bergantung pada mereka.

Contohnya, mungkin menyenangkan mendengarkan pujian cantik, hebat atau kata-kata indah dari orang lain. Namun, ketika kita tidak mengatakan hal yang sama pada diri kita sendiri, artinya kita hanya mendapatkan validasi dari luar.

Jika pasanganmu berselingkuh, mencintai orang lain selain dirimu, atau bahkan meninggal, validasi tersebut hilang.

Pada akhirnya, kita akan merasa terasing dan perasaan itu tidaklah baik.

"Namun, hal ini bukan karena melajang adalah hal yang buruk. Ini lebih dikarenakan ketergantungan kita terhadap validasi orang lain," ujarnya.

Baca juga: 9 Keberuntungan di Balik Kutukan Jomblo

Jika kamu melakukan pendekatan hubungan seperti ini (menggantikan validasi yang hilang dari mantan pasangan dengan orang baru), maka kamu cenderung akan merasakan kebencian terhadap mantanmu.

"Orang-orang seperti ini adalah yang membenci mantannya, tidak mau lagi bicara dengan mantannya bahkan menghapus mereka dari kehidupan," kata Müller.

Sangat sulit untuk keluar dari siklus "racun" tersebut. Namun, siklus tersebut bisa diselesaikan dengan menerima status lajang meskipun kesempatan muncul di sekitar.

Hal itu akan menyebabkan kemerdekaan perkembangan emosional yang akan membantu emosimu lebih stabil.

Menurut Müller, jika kita memahami diri kita sendiri, kita akan cenderung memahami orang lain.

"Kamu akan lebih memahami kebutuhanmu dan ekspektasimu. Dan kamu akan memahami mengapa orang-orang tertentu melakukan apa yang mereka lakukan," ujarnya.

Baca juga: Tetap Bahagia meski Jomblo

Mempelajari diri sendiri juga akan membantumu di masa depan ketika bertemu dengan orang yang tepat.

Kamu akan lebih menyadari bahwa sebuah hubungan adalah tentang saling memberi, bukan hanya menerima, dan kamu akan merasa lebih percaya diri karena kamu bisa mengatasinya jika hubunganmu sedang mengalami hambatan.

"Bayangkan dua orang yang saling mencintai diri mereka sendiri dan pasangannya setiap hari. Mereka memberi cinta satu sama lain alih-alih memintanya."

"Hubungan itu adalah hubungan yang indah dan itulah yang disebut hubungan sehat," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.