Kompas.com - 05/03/2019, 05:05 WIB
Ilustrasi pasangan shutterstockIlustrasi pasangan

"Kata-kata dan nada yang kita gunakan bisa cukup kuat untuk menyebabkan seseorang menerima rasa sakit emosional dan bahkan kerusakan psikologis," kata Gary Brown, seorang terapis pasangan di Los Angeles.

Jika kita bersama seseorang yang terlalu suka mengkritik, menurut Brown, maka kemungkinan kita memiliki hubungan yang beracun.

Saat kita berada dalam situasi ini, kita perlu bertanya pada diri sendiri apa alasan yang membuat kita bertahan dengan pernikahan ini.

"Jangan menyusahkan diri sendiri jika kamu menjadi subjek kritik. Kemungkinan besar masalahnya bukan berada pada dirimu," kata Dr. Simonsen.

Menurutnya, bisa saja ini tentang pasangan kita dan sesuatu yang terjadi dengannya.

"Semakin sering kita menolerir kata-kata negatif tersebut, semakin besar kemungkinannya hubungan kita berakhir," ucapnya.

6. Antara kita atau pasangan menyimpan dendam

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Marah kepada pasangan adalah hal yang normal ketika kita merasa kecewa dengannya. Namun, menyimpan amarah itu sebagai dendam adalah racun bagi hubungan.

"Masalahnya adalah bahwa perasaan dendam ini seperti karat," kata Dr. Brown.

Dendam tersebut bisa secara diam-diam mengikis kemampuan kita untuk mempercayai pasangan kita.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.