Kompas.com - 11/03/2019, 09:29 WIB
Serena Williams melawan petenis Jerman, Tatjana Maria, dalam laga babak pertama Australian Open 2019 di Rod Laver Arena, Melbourne,  Selasa (15/1/2019). PAUL CROCK / AFPSerena Williams melawan petenis Jerman, Tatjana Maria, dalam laga babak pertama Australian Open 2019 di Rod Laver Arena, Melbourne, Selasa (15/1/2019).

KOMPAS.com - Serena William mengungkapkan perjuangannya sebagai ibu bekerja yang harus membagi waktu antara latihan dan perhatian pada putrinya yang masih balita.

Petenis yang berhasil meraih 23 kali kemenangan dalam ajang Grand Slam itu melahirkan putrinya, Alexis Olympia Ohanian Jr, pada 1 September 2017, tepat tujuh bulan usai mengalahkan saudara perempuannya, Venus, di final Australian Open.

Sejak kembali ke lapangan pada Maret 2017, William harus kehilangan banyak waktu untuk putrinya yang saat itu masih berusia setahun, sebuah keputusan berat dalam hidupnya.

“Sekarang saya memiliki Olympia, dia adalah prioritas mutlak saya - menghabiskan sebanyak mungkin waktu dengannya setiap hari sangat penting bagi saya,” ucap petenis Afro-Amerika itu.

Namun, ia harus berlatih keras untuk memenangkan Grand Slam. Ia pun mengungkapkan sedihannya karena harus berhenti menyusui putrinya demi melanjutkan karir tenisnya.

Baca juga: Ketika Serena William Berbagi Inspirasi untuk Kaum Perempuan...

"Saya sudah sering menangisi Olympia hingga saya kehilangan fokus pikiran," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Williams mengaku menangis ketika ia harus berhenti menyusui dan melewatkan momen saat putrinya pertama kali berjalan. Semua itu terjadi karena dia sibuk berlatih.

Wanita 37 tahun itu sangat terbuka akan perjuangannya sebagai ibu bekerja untuk memberi tahu para perempuan bahwa mereka tidak sendirian.

Ia juga menghimbau para wanita agar mampu melawan kemustahilan dalam hidup. Kesempurnaan, menurutnya adalah "target yang tidak mungkin" yang saat ini masih banyak dikejar orang.

Baginya, semua wanita adalah "pahlawan super" yang masih membutuhkan bantuan satu sama lain untuk saling membimbing dan memberi semangat.

“Kita harus saling memberi dukungan ketika kita gagal — dan ketika masyarakat menetapkan harapan yang tidak realistis atau tempat kerja kita memiliki aturan kuno, kita harus bersatu dan berjuang untuk keadilan," tambahnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

I love these pre match hugs. They are my new fav part of my job. @olympiaohanian

A post shared by Serena Williams (@serenawilliams) on Jan 23, 2019 at 4:35pm PST

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.