Ini Alasan Ukuran Minuman Starbucks Berbeda dengan Gerai Kopi Lain

Kompas.com - 14/03/2019, 10:39 WIB
Ilustrasi produk Starbucks.SHUTTERSTOCK Ilustrasi produk Starbucks.

KOMPAS.com — Penggemar kopi Starbucks pasti paham soal ini. Saat memesan minuman, kita tidak mengatakan small, medium, atau large untuk mendapat ukuran yang kita inginkan.

Gerai kopi tersebut menawarkan minuman dalam ukuran ciptaan sendiri, yakni tall, grande, dan venti.

Namun, banyak orang tidak mengetahui berapa sesungguhnya ukuran tersebut dan berapa banyak porsi minuman yang akan ia dapatkan.

Ukuran minuman Starbucks memang tampak seperti rahasia perusahaan. Berdasarkan situs resmi Starbucks, gerai minuman tersebut menyediakan minuman dalam ukuran short hingga trenta cold. Berikut penjelasannya.

1. Short

Ukuran Starbucks ini setara dengan 236 mililiter. Menurut Bussines Insider, ini ukuran sempurna untuk cappuccino.

Ukuran ini dulunya juga ditawarkan pada papan menu. Tapi, ketika Starbucks menambah variasi ukuran, popularitas pesanan dalam ukuran ini menyusut hingga tak lagi dimasukkan pada menu.

2. Tall

Tall adalah ukuran terkecil dari semua ukuran menu minuman di Starbucks yang bisa kita temukan dalam papan menu. Ukuran ini setara dengan 354 mililiter.

3. Grande

Ukuran ini tersedia untuk minuman panas dan dingin yang setara dengan 473 mililiter cairan.

4. Venti

Ukuran venti tersedia dalam dua versi, yaitu 591 mililiter untuk minuman panas dan 709 untuk minuman dingin.

5. Trenta Cold

Ini adalah ukuran terbesar dan hanya tersedia dalam minuman dingin tertentu, seperti es kopi dan cold brew. Ukuran ini setara dengan dengan 916 mililiter.

Baca juga: Minum Kopi Saat Stres, Meredakan Atau Justru Bikin Makin Stres?

Lalu mengapa ukuran-ukuran itu yang digunakan dan bukannya small, medium, atau large? Ini memang menjadi salah satu keunikan Starbucks.

Berdasarkan informasi, ini terinspirasi saat Ketua dan CEO Starbucks Howard Schultz melakukan perjalanan ke Italia pada 1983.

Saat itu, ia terpikat oleh suasana bar kopi Italia. Bahkan, ia memutuskan untuk meniru konsep tersebut di Amerika Serikat dengan membuat kedai kopi sendiri, yang disebut Il Giornale.

Menurut penulis bernama Karen Blumenthal dalam bukunya yang berjudul Grande Expectation, Schultz ingin menyampaikan gambaran yang berbeda dan sesuatu yang jauh lebih eksotis daripada sekadar jualan kopi lewat kedai yang dirintisnya.

Karena kedai kopi yang dirintisnya dirancang dengan konsep bar kopi Italia, Schultz menginginkan nama yang berbau Italia untuk menu minuman demi mendekatkan pada kesan itu.

Oleh karena itu, ia juga menggunakan istilah yang tidak konvensional, dan cenderung bergaya Italia, dalam menunya, seperti macchiato, latte, dan grande.

Il Giornale yang dirintisnya akhirnya berkembang menjadi franchise Starbucks seperti yang kita kenal sekarang.

Pada 1990-an, menunya mencantumkan tiga ukuran yaitu, short, tall, dan grande.

Short pada dasarnya berkorelasi dengan ukuran kecil, tall untuk ukuran medium, dan grande untuk ukuran besar.

Ukuran venti belakangan muncul dengan takaran yang lebih banyak. Oleh karena itu, ukuran short pun digantikan tall sebagai yang terkecil. Tapi, kita masih bisa memesan ukuran short di sebagian besar gerai Starbucks.

 



Close Ads X