Vape Tanpa Kandungan Nikotin Tetap Berbahaya, Benarkah?

Kompas.com - 14/03/2019, 22:00 WIB
Ilustrasi vapeMakcouD Ilustrasi vape

JAKARTA, KOMPAS.com - Rokok elektronik atau biasa disebut vape masih menjadi topik perdebatan yang kontroversial.

Ditinjau dari sisi kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) konsisten menolak. Di sisi lain, pemerintah mengeluarkan cukai untuk vape.

Salah satu alasan BPOM menolak vape, karena kandungan nikotin di dalamnya disebut memiliki dampak negatif bagi kesehatan.

Lantas, bagaimana jika ada vape tanpa kandungan nikotin?

Staf fungsional Sub Direktorat Pengawasan Produk Tembakau BPOM Iswandi mengungkapkan, hampir 90 persen vape mengandung nikotin.

Baca juga: Rokok Vape Tidak Aman Dikonsumsi

"Kalau tak mengandung nikotin, perlu dilihat juga, zat apa yang ditambahkan."

Begitu kata Iswandi saat hadir dalam acara diskusi dengan Koalisi Nasional Masyarakat Sipil Untuk Pengendalian Tembakau, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Sebab, lanjut Iswandi, setelah adanya penambahan zat, maka saat penggunaan zat tersebut dipanaskan.

Nah, pada proses tersebut, ada zat yang menjadi uap dan justru bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

Baca juga: Vape Rasa Vanili dan Kayu Manis Ternyata Paling Bahaya

"Kita juga tak bisa sembarangan mencampur, karena ini masalah kesehatan," kata Iswandi.

Sehingga, menurut Iswandi, BPOM hingga kini tetap konsisten menolak vape.

Efek negatif rokok elektrik tersebut diyakini lebih besar dibandingkan dengan manfaat.

Apalagi, katanya, dalih manfaat vape untuk mengurangi penggunaan rokok pun masih dalam kajian atau penelitian.



Close Ads X