Risiko Jika Terlalu Sering Gonta-ganti Warna Rambut

Kompas.com - 15/03/2019, 10:35 WIB
Ilustrasi mewarnai rambut shutterstockIlustrasi mewarnai rambut
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Berganti-ganti warna rambut memang bisa membuat tampilan selalu baru dan segar. Namun, jangan abaikan efek sampingnya. Pasalnya, pewarna rambut mengandung bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan jika digunakan terlalu sering.

Bahan kimia di dalam pewarna rambut tak hanya meresap ke dalam rambutnya saja, tetapi juga ke kulit kepala. Bahkan, partikel pewarna rambut bisa dengan mudah terhirup saat proses pewarnaan di salon.

Berikut berbagai bahan kimia yang biasanya terkandung di dalam pewarna rambut beserta efek sampingnya untuk kesehatan:

  • Para-phenylenediamine (PPD), memicu reaksi alergi dan sebagai karsinogen (zat penyebab kanker).
  • Tar batubara, menimbulkan reaksi alergi.
  • Formaldehid, karsinogen dan memicu kerusakan janin di dalam rahim.
  • Hidrogen peroksida, membuat mata perih seperti tersengat.
  • Timbal asetat, memicu masalah saraf serius dan sebagai karsinogen (zat penyebab kanker).
  • DMDM hydantoin, memicu masalah pada sistem kekebalan tubuh.
  • Amonia, bersifat racun, korosif, dan menyebabkan masalah pernapasan.
  • Resorsinol, mengacaukan hormon tubuh dan berpotensi sebagai karsinogen.

Ilustrasi mewarnai rambutshutterstock Ilustrasi mewarnai rambut
Mewarnai rambut terlalu sering ternyata bisa meningkatkan risiko kanker. Menurut sebuah penelitian tahun 2001 yang diterbitkan di International Journal of Cancer, wanita yang mewarnai rambutnya dengan pewarna permanen sebulan sekali selama setahun dua kali lebih berisiko terkena kanker kandung kemih.

Risiko ini bahkan meningkat tiga kali lipat jika kita menggunakan pewarna permanen selama 15 tahun atau lebih.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemology juga menunjukkan bukti serupa. Wanita yang mewarnai rambut delapan kali dalam setahun atau lebih selama 25 tahun berisiko dua kali lipat terkena kanker limfoma non-Hodgkin (LNH).

Baca juga: Ingin Mewarnai Rambut, Jangan Lupakan Tips Perawatan Ini

Kanker ini berkembang dari sel darah putih yang bisa ditemukan di kelenjar getah bening, limpa, dan organ lain dalam sistem kekebalan tubuh.

Meski beberapa riset telah memberikan buktinya, tetap dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membantu memperjelas efek terlalu sering mewarnai rambut.

Namun, untuk menghindari berbagai risikonya sebaiknya jangan melakukannya terlalu sering. Semakin sering kamu mewarnai rambut, akan semakin banyak pula paparan racun pada tubuh.

Coba gunakan pewarna alami

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X