Kompas.com - 17/03/2019, 11:47 WIB
Editor Wisnubrata

Seperti yang kamu tahu, Clarks adalah brand yang ada di mana-mana, termasuk di Indonesia, orang mengenalnya. Tapi persepsi terhadap brand ini adalah old fashion. Orang tahu bahwa Clarks membuat sepatu yang nyaman dipakai, tapi kebanyakan penggunanya adalah dari usia tertentu.

Akibatnya orang-orang muda tidak terlalu tertarik pada Clarks. Dan itu adalah masalah yang kita hadapi secara global.

Dan akar dari masalah itu sebenarnya sederhana. Sejak tahun 2000 hingga 2015, brand ini tidak benar-benar melakukan inovasi. Kami fokus pada pembuatan sepatu yang nyaman tanpa memperhatikan bahwa konsumen berubah dan berevolusi, dan apakah produk yang kita buat adalah sepatu yang ingin dibeli konsumen.

Selama 15 tahun bisa dibilang kami agak terputus dari konsumen. Padahal beberapa brand lain mendapat kesuksesan setelah menempatkan konsumen sebagai fokusnya.

Dahulu kami selalu mendikte konsumen. Kami yang punya brand, maka kami akan menentukan apa yang sebaiknya dipakai pembeli. Kamu harus percaya pada kami.

Sedangkan konsumen muda jaman sekarang berpikir dengan cara berbeda: Saya memerlukan sepatu seperti ini. Jadi buatlah yang sesuai keinginan saya.

Itu adalah perbedaan yang sangat besar.

Dan Clarks memerlukan 10 hingga 15 tahun untuk memahami perubahan perilaku konsumen. Ini yang memberi dampak negatif pada penjualannya.

Kompas.com: Lalu perubahan apa yang dilakukan Clarks?

Nagy: Pada tahun 2015, ada perubahan kepemimpinan di perusahaan. Dan keluarga Clarks --Clarks adalah perusahaan keluarga-- untuk pertama kalinya melakukan pendekatan berbeda terhadap pasar, dengan kembali pada awal.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.