Kompas.com - 18/03/2019, 13:31 WIB

Masalah #1: Lokasi, lokasi, dan lokasi

Dalam sebuah penelitian yang sering dikutip, para peneliti di Cornell Food & Brand Lab menyediakan wadah berisi coklat Hershey’s kisses di meja para sekretaris.

Lalu, dipantau berapa banyak coklat yang mereka makan.

Temuannya mengejutkan. Ketika snack itu berada di meja sekretaris, mereka makan 48 persen lebih banyak, daripada jika ditempatkan dua meter lebih jauh.

Lalu, ketika makanan itu diletakkan dalam wadah tembus pandang, mereka memakannya dua potong lebih banyak pada setiap harinya.

Jadi mengurangi ngemil mungkin semudah mengubah di mana dan bagaimana camilan itu ditempatkan.

Baca juga: Generasi Milenial Perlu Kenal Bedanya Makan “Beneran” dan Camilan

Masalah #2: Gratis!

Selanjutnya, kita tentu tak bisa membantah adanya "kegilaan" yang berbeda jika sudah menyangkut makanan gratisan.

Siapa pun yang berada di dekat makanan gratis tentu bisa memahami godaan ini. Dan, lagi-lagi pemandangan itu kerap ditemukan di kantor.

Entah oleh-oleh dari atasan, atau klien, atau buah tangan dari kolega yang kembali dari tugas dinas di luar kota atau bahkan luar negeri.

Menghilangkan kewajiban membayar untuk hal terkecil sekalipun, mampu menghilangkan penghalang untuk tidak memakannya.

Traci Mann, Profesor Psikologi Universitas Minnesota yang mengungkapkan pandangan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber NBCNews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.