Demi Kesehatan, Hentikan Kebiasaan Minum Teh Panas

Kompas.com - 21/03/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Selain kopi, secangkir teh panas di tengah dinginnya cuaca bisa menjadi minuman yang amat nikmat.

Namun sayangnya, riset terbaru menunjukkan intensitas minum teh panas yang tinggi, dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Kesimpulan penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Cancer. Ada lebih dari 50.000 orang berusia 40-75 tahun yang menjadi responden, dalam rentang satu dekade.

Hasilnya menunjukkan, mengonsumsi teh dengan suhu 60 derajat celcius sebanyak 700 mililiter per hari, meningkatkan risiko kanker kerongkongan sebesar 90 persen.

Baca juga: Jokowi, Obama, Bakso, dan Teh Hangat...

“Banyak orang menikmati minum teh, kopi, atau minuman panas lainnya."

"Namun, berdasarkan temuan kami, minum teh yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan," ucap Dr Farhad Islami, Periset dari American Cancer Society.

Berangkat dari kesimpulan tersebut, peneliti menyarankan setiap orang untuk menunggu minuman menjadi hangat, sebelum menyeruputnya.

Disebutkan, kanker jenis ini meningkat karena cedera berulang yang diakibatkan asap, alkohol, refluk asam, dan cairan panas.

Memang, ini bukan riset pertama yang menemukan hubungan antara teh panas dan kanker kerongkongan.

Namun, riset ini menjadi yang pertama kali mengungkap suhu spesifik penyebab kanker.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber DMarge

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X