Kompas.com - 22/03/2019, 21:26 WIB
Peluncuran buku Batik Sudagaran Surakarta Aldo C.S.Peluncuran buku Batik Sudagaran Surakarta
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahukah kamu apa yang dimaksud batik sudagaran? Mengapa diberi nama seperti itu? Apa bedanya dengan batik-batik lainnya?

Nah untuk menjawab keingintahuan itu, Hartono Sumarsono meluncurkan buku yang berjudul “Batik Sudagaran Surakarta”. Buku yang dibuatnya bersama dengan Helen Ishwara, L.R. Supriyapto Yahya, Xenia Moeis, dan fotografer Arbain Rambei ini membahas tentang keunikan batik Sudagaran Solo.

Batik Sudagaran merupakan batik yang dibuat oleh para saudagar di Surakarta dan sekitarnya. Batik dengan motif khusus menjadi alternatif bagi masyarakat di luar keraton.

Mengapa demikian? Alasannya karena pada jaman dulu motif parang, kawung, truntum, atau slobok dianggap motif terlarang bagi mereka yang bukan raja dan bangsawan.

Karena larangan tersebut, para saudagar pun mulai memikirkan motif lain yang bisa dipakai orang kebanayakan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan pasar. Maka, terciptalah Batik Sudagaran.

Peluncuran buku Batik Sudagaran SurakartaAldo C.S. Peluncuran buku Batik Sudagaran Surakarta
Motif batik ini sepintas ada yang mirip dengan motif yang dilarang. Namun, motif tersebut dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga tidak lagi disebut motif terlarang.

Tak jauh berbeda dengan keempat buku yang pernah ia buat sebelumnya, Batik Sudagaran Solo ini berisi dokumentasi sekitar 200 motif batik. Penyajiannya yang sebagian besar berupa gambar membuat pembaca dengan mudah mengetahui bentuk dan motif batik tertentu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, buku tentang batik ini juga dilatarbelakangi oleh keprihatinan para masyarakat yang belum mengenal budaya bangsa sendiri.

“Saya prihatin waktu itu karena semakin sedikit yang memakai batik. Tetapi, setelah ada negara lain yang mulai mengakui sebagai kebudayaannya, baru kita menggunakan batik,” kata Hartono saat peluncuran buku Batik Sudagaran Surakarta di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Peluncuran buku Batik Sudagaran SurakartaAldo C.S. Peluncuran buku Batik Sudagaran Surakarta
Ia berharap, buku ini dapat bermanfaat untuk generasi selanjutnya dalam mengenal budaya bangsa. “Semoga buku ini dapat berguna baik kini, atau di masa yang akan datang,” tambahnya.

Sebelumnya, Kartono sendiri sudah menulis buku tentang batik yaitu Batik Pesisir, Benang Raja, Batik Garutan, dan Batik Betawi. Seluruh kain yang dicantumkan di dalam buku merupakan koleksi pribadi Hartono.

Buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini mempunyai 256 halaman dan dapat dibeli di toko buku pada 15 April 2019 dengan harga Rp500.000. (Aldo Christian Sitanggang)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.