Cermati, Problem Kecanduan Pornografi dan Sederet Risikonya

Kompas.com - 27/03/2019, 21:00 WIB
Ilustrasi pornografi lewat ponsel OcusFocusIlustrasi pornografi lewat ponsel

KOMPAS.com - Kecanduan pornografi adalah masalah yang biasanya berkembang di kalangan pria.

Ironisnya, dalam kadar tertentu, masalah ini bisa berdampak pada karir dan bahkan mengacaukan moral.

Laporan yang dirilis laman Huffington Post di tahun 2017 menyebutkan, situs porno paling banyak dikunjungi daripada situs tenar lain, seperti Netflix, Amazon, dan Twitter.

Berdasarkan statistik Pornhub Analytics, tahun 2018 sebesar 5,5 juta jam lebih telah dihabiskan banyak orang, untuk mengunjungi situs tersebut.

Perkembangan teknologi memang mempercepat dan mempermudah akses terhadap konten pornografi.

Menurut psikolog Luke Vu, kecepatan dan kemudahan akses ke realitas virtual pornografi membuat banyak pria bisa mengatur sendiri keinginan seksualnya.

Baca juga: Pornografi Membuat Anak Menganggap Rendah Perempuan

Dia menyebut, kecanduan pornografi sebagian besar disebabkan oleh efek negatif internet dan tidak bersifat turun temurun.

Vu juga mengatakan, penyalahgunaan pornografi di internet sebagian besar disebabkan oleh teknologi.

"Gratis, mudah diakses, dan tentu saja alasan 'tidak ada yang tahu kamu menggunakannya'," ucap Vu.

Pornografi pada 1990an dan awal 2000an lebih sulit diakses. Seseorang harus pergi ke toko video atau membeli DVD porno -misalnya.

Halaman:


Sumber DMarge
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X