Inilah 7 Gaya Hidup yang Merusak Ginjal

Kompas.com - 09/04/2019, 10:32 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Gangguan ginjal termasuk dalam penyakit yang banyak diderita di Indonesia. Namun, bagaimana penyakit ini bisa muncul belum banyak orang yang memahaminya.

Gaya hidup yang tidak sehat merupakan penyebab terbesar mengapa organ ginjal mengalami penurunan fungsi.

Berikut tujuh kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi ginjal.

1. Gemar mengonsumsi makanan olahan

Sebagian besar makanan olahan mengandung natrium atau garam yang tinggi. Tak hanya berbahaya bagi jantung, ini juga bisa menyebabkan masalah pada ginjal kita.

Tanda kita telah terlalu banyak mengonsumsi natrium, biasanya kita akan mengeluarkannya saat buang air kecil, yang disertai dengan kalsium.

"Pada gilirannya, memiliki terlalu banyak kalsium dalam urine dapat meningkatkan risiko batu ginjal," kata James Simon, ahli Nefrologi.

Natrium seharusnya dikonsumsi tak lebih dari 2.300 miligram per hari, namun rata-rata orang bisa mengonsumsi sampai dua kali lipatnya.

"Orang-orang hanya melihat karbohidrat dan lemak serta kalori dalam makanan, tetapi mereka tidak memperhatikan natrium," kata Simon.

Baca juga: Benarkah Garam Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi?

2. Tekanan darah tidak terkendali

Tekanan darah tinggi tentu menyulitkan kinerja tubuh kita, termasuk ginjal.

Ginjal pada dasarnya adalah satu set besar pembuluh darah dengan saluran kemih,” kata Simon.

Jika kita memiliki tekanan darah tinggi di pembuluh darah besar, kita memiliki tekanan darah tinggi di pembuluh darah yang lebih kecil.

Mengabaikan tekanan darah tinggi hingga tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah yang menuju ke ginjal.

3. Merokok

Kebiasaan merokok tak hanya menyebabkan kanker paru-paru. Riset 2012 menemukan berhenti merokok selama 16 tahun atau lebih dapat mengurangi risiko karsinoma sel ginjal, yang merupakan bentuk paling umum kanker ginjal pada orang dewasa.

Tak tanggung-tanggung, risiko tersebut berkurang hingga 40 persen. Apalagi, merokok dapat merusak pembuluh darah, dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Baca juga: Sisihkan Waktu 30 Menit untuk Berhenti Merokok

Ilustrasi minum airshark_749 Ilustrasi minum air
4. Kurang minum

Bertolak belakang dengan kepercayaan populer, kita tidak perlu menghabiskan delapan gelas air penuh untuk menjaga ginjal bekerja dengan baik.

Namun, hanya minum air sebanyak satu atau dua cangkir sehari bisa membahayakan organ kita.

Kurang minum membuat kita tidak memiliki air yang cukup mengalir keluar sistem untuk menjaga kadar natrium dalam tubuh. Tubuh yang dehidrasi juga akan lebih sulit menjaga tekanan darahnya naik.

"Ginjal sangat sensitif terhadap aliran darah," kata Simon.

Menurutnya, saat kita dehidrasi tekanan darah akan turun dan aliran darah ke ginjal juga turun.

5. Sering mengonsumsi obat penghilang rasa sakit

Obat anti-inflamasi dan penghilang nyeri yang disebut NSAID, yang meliputi ibuprofen dan aspirin, dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan menyebabkan jaringan parut karena mereka langsung meracuni organ.

Terlalu sering menggunakan NSAID dapat meningkatkan risiko masalah ginjal.

“Orang-orang yang mengonsumsinya setiap hari berisiko tinggi pada kesehatan ginjalnya untuk jangka waktu yang lama,” kata Simon.

6. Menganggap semua suplemen aman

Hanya karena suatu produk diberi label menggunakan bahan “alami”, tidak berarti itu aman untuk kita, termasuk juga yang mengklaim sebagai herbal dan jamu.

"Ada banyak obat-obatan herbal di luar sana yang berbahaya," kata Simon.

Misalnya, bahan nabati yang disebut asam aristolochic dapat ditemukan dalam obat-obatan tradisional, tetapi dapat menyebabkan jaringan parut di ginjal.

Badan pengawas obat dan makan AS memperingatkan konsumen untuk menghindari produk yang mencantumkan Aristolochia, Asarum, atau Bragantia pada label, karena mereka mungkin mengandung bahan berbahaya.

7. Berat badan meningkat

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko tinggi pada diabetes tipe dua, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.

"Masalah insulin dari diabetes tipe 1 dan tipe 2 dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut di ginjal," kata Simon.

itu sebabnya, miliki pola makan yang sehat dan banyak bergerak untuk menjaga berat badan tetap stabil.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X