Kompas.com - 13/04/2019, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Kamu mungkin sudah menjalani diet keto selama beberapa bulan bahkan lebih dari satu tahun.

Lalu, kamu sudah mencapai ketosis, dan berhasil menurunkan berat badan, serta mengalami pencerahan mental yang banyak digilai para pelaku keto.

Namun pada titik tertentu, kamu mungkin merasa ingin kembali ke pola makan normal.

Tanpa mementingkan perlunya makan makanan tinggi lemak, tinggi protein, dan rendah karbohidrat.

Ahli gizi teregistrasi Kristin Kirkpatrick mengatakan, beralih dari pelaku keto menjadi pola makan normal membutuhkan penyesuaian.

Baca juga: Waspadai, Risiko Kesehatan Hati dari Diet Keto

Ini mungkin akan membuatmu memerlukan beberapa hari untuk mencapai ketosis ketika berhenti menjalani pola makan keto.

"Jadi, kamu mungkin mendapatkan asupan karbohidrat dan gula yang banyak secara tiba-tiba dan bisa merusak tubuhmu jika kamu tidak bisa mengontrol pola makan barumu itu," kata Kirckpatrick.

Jika transisimu tidak berjalan dengan benar, beberapa gejala buruk mungkin kamu alami.

Seperti kenaikan berat badan, kembung dan masalah pencernaan, peningkatan level gula darah yang bisa menyebabkan kelelahan dan mudah marah, hingga peningkatan rasa lapar dan adiksi gula.

Nah, demi menghindari efek-efek buruk tersebut, lakukanlah tiga trik berikut ketika mau berhenti menjalani pola makan keto:

1. Fokus pada pencernaan karbohidrat

Ketika mau kembali memasukkan karbohidrat ke dalam pola makanmu, Kirkpatrick menyarankan agar fokus mengonsumsi karbohidrat tinggi serat dan protein.

Misalnya, pasta dari kacang-kacangan, kraker dengan biji-bijian, dan lainnya.

Baca juga: Trik Tetap Kenyang saat Jalani Diet Keto

"Mulai dengan menambah konsumsi kacang mede atau alpukat bisa menjadi cara yang positif," kata Kirkpatrick.

Secara alami, kamu mungkin akan mengalami peningkatan berat badan ketika memasukan kembali karbohidrat ke dalam pola makan. Sebab, karbohidrat mengandung air.

Kunci memilih karbohidrat yang sehat adalah memilih karbohidrat yang tidak memicu lonjakan level gula darah.

Makanan yang paling harus kamu hindari adalah hotdog, donat dan kue. Fokuslah pada karbohidrat berkualitas, dan makanlah lebih tenang agar perut memiliki waktu lebih untuk mencernanya.

Transisi dari keto ke pola makan normal membutuhkan waktu beberapa minggu.

Waktu 14 hari juga cukup untuk memberi waktu bagi tubuhmu menyesuaikan perubahan yang terjadi.

Beberapa orang terbantu dengan meningkatkan asupan karbohidrat perlahan setiap harinya, sekitar 10 persen.

Baca juga: Diet Keto Bikin Aroma Organ Intim Wanita Berubah, Apa Sebabnya?

Beberapa orang lainnya menggunakan aplikasi untik membantu mencatat asupan nutrisi.

Kirckpatrick merekomendasikan cara yang termudah bagi kamu untuk melihat ukuran sajian.

Selain itu, usahakan mengonsumsi karbohidrat dua porsi lebih banyak daripada sebelumnya.

2. Hati-hati dengan gula

Jangan ganti pola makan keto dengan pola makan tinggi gula. Salah satu manfaat diet keto adalah karena asupan gulanya rendah, dan kamu bisa sekaligus mengeliminasi gula tambahan.

Itulah mengapa, setelah beberapa waktu menjalani diet keto, pelakunya seringkali merasakan keinginan makan gulanya terus menurun.

Sementara riset mengatakan, gula sebetulnya menimbulkan candu.

Salah satu kuncinya adalah menghindari makanan atau minuman apapun yang mengandung lebih dari empat gram gula.

Hati-hati pula dengan gula alami yang mungkin bisa tersembunyi di dalam sumber seperti madu atau buah-buahan tertentu.

Baca juga: Mana yang Lebih Ampuh Turunkan Berat Badan, Diet Keto atau Vegetarian?

Gula berlebih akan memicu kenaikan level gula darah dan itu bukanlah pertanda yang baik.

3. Menjalani kebiasaan positif

Ketika menjalani diet keto untuk pertama kalinya, kamu mungkin perlu mengedukasi dirimu dan mempelajari keto itu sendiri.

Sama halnya dengan berhenti menjalani keto. Kamu mungkin memerlukan tahapan yang sama dan proses yang tidak sebentar.

Kirckpatrick menjelaskan, menurunkan berat badan bukan hanya tentang makanan. Ini juga berkaitan dengan sistem pendukung, seperti lingkungan sekitar dan gaya hidup.

"Jadi, ketika kamu berhenti menjalani keto dan semua sistem pendukung tersebut tidak berjalan beriringan, kamu akan dengan mudah kembali ke kebiasaan lama dan kembali naik berat badan," kata dia.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah faktor penting lainnya ketika menjalani pola hidup sehat setelah meninggalkan diet keto.

Dehidrasi menyebabkan kita mudah marah dan mudah lapar, padahal yang dibutuhkan sebetulnya adalah air.

Baca juga: Menilik 6 Penyebab Rasa Masih Lapar Saat Jalani Diet Keto

Jadi, intinya kita perlu dengan cerdas memilih makanan dan cemilan sehat yang seimbang.

Kenaikan berat badan memang terdengar mengerikan, namun konsumsi lemak sehat, protein tanpa lemak dan karbohidrat berkualitas juga bisa membantumu menjaga berat badan ideal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.