Bagaimana Berjalan Kaki Bisa Memengaruhi Kesehatan?

Kompas.com - 14/04/2019, 20:32 WIB
ilustrasi jalan kakishutterstock ilustrasi jalan kaki

JAKARTA, KOMPAS.com - Berjalan kaki memiliki efek baik bagi kesehatan tubuh. Dokter menyarankan setidaknya untuk 30 menit sehari untuk berjalan kaki.

Namun, berjalan kaki tidak bisa sembarangan. Menurut dokter spesialis kesehatan fisik dan rehabilitasi, Deta Tanuwidjaja, ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan orang ketika berjalan kaki.

Kesalahan pertama adalah berjalan dengan postur tubuh terlalu membungkuk. Postur berjalan tersebut dianggap dapat membebani punggung, sehingga bisa menimbulkan nyeri. 

Selain itu, menurut Deta, efek lain adalah pernapasan yang pendek dan mudah letih. Kondisi tersebut dapat membuat kita malas bergerak. 

Kesalahan kedua, katanya, adalah cara kaki menapak yang kurang baik. Seringkali kita menapak terlalu menjorok ke salah satu sisi bagian telapak kaki--depan, tengah atau belakang. 

"Napak yang baik itu seimbang, di tumit enggak lama, di tengah enggak lama dan di depan enggak lama," kata Deta kepada Kompas.com, Jakarta.

"Jadi misal orang pakai high heels, itu enggak baik (karena napaknya di bagian depan). Efeknya dia akan nyeri di bagian tersebut."

Deta menyarankan untuk sering melatih otot kaki dengan berjalan kaki selama minimal 30 menit sehari. Aktivitas tersebut baik untuk kekuatan dan kebugaran tubuh. 

Baca juga: Durasi Jalan Kaki Agar Target Penurunan Berat Badan Segera Tercapai




Close Ads X