Mengapa Berat Badan yang Gampang Naik Turun Tak Menyehatkan

Kompas.com - 15/04/2019, 12:44 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Berat badan yang gampang turun lalu naik kembali sering disebut diet yoyo. Kondisi itu misalnya kita kehilangan 7 kilogram berat badan setelah diet ketat, lalu beberapa bulan naik lagi dengan jumlah lebi besar.

 

Sayangnya, pola makan dietnya itu tidak bisa terus dilanjutkan karena pada umumnya diet populer memang sulit dilakukan dalam jangka panjang. Akibatnya kita akan kembali ke kebiasaan lama dan malah bertambah gemuk.

“Saat berat badan turun, kita kehilangan lemak dan otot. Namun, saat bobot naik kembali, yang bertambah kebanyakan hanya lemak, bukan otot. Jadi akan lebih sulit ketika kita berusaha untuk menurunkan bobot lagi,” kata dokter gizi Bonnie Taub-Dix.

Ia menjelaskan, otot lebih efisien dalam membakar kalori dan kehilangan beratnya, dibandingkan lemak.

Setop Diet Yoyo, Pria Ini Turunkan Berat Badan hingga 85 Kg 

Diet yoyo bukan cuma memengaruhi berat badan, tapi juga kesehatan tubuh secara umum.

Ada beberapa efek negatif dari diet ini yang perlu diketahui:

1. Gula darah turun terlalu banyak

Diet ketat seringkali mewajibkan kita melewatkan satu waktu makan dan menghindari satu kelompok makanan, misalnya karbohidrat.

Hal ini akan menyebabkan gula darah turun dan berpengaruh pada nafsu makan dan ketidakseimbangan nutrisi. Hormon lapar akan lebih tinggi dan membuat kita makan berlebihan.

2. Pengaruh ke jantung

Berpantang pada satu kelompok makanan ternyata buruk bagi jantung. Hal ini karena kita jadi kekurangan nutrisi tertentu. Misalnya saja pada diet keto yang memiliki pola makan rendah karbohidrat. Akibatnya kita akan kehilangan nutrisi dari sayuran, buah, dan juga gandum utuh.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Sumber

Close Ads X