Meski Saling Cinta, Jangan Buru-buru Menikah

Kompas.com - 15/04/2019, 15:41 WIB
Ilustrasi pasangan suami istri.SHUTTERSTOCK Ilustrasi pasangan suami istri.

KOMPAS.com — Salah satu hal yang paling membahagiakan di dunia ini adalah saat kita berhasil bersanding dengan orang yang kita sayangi.

Namun, dalam sebuah hubungan tetap diperlukan proses pengenalan lebih dalam.

Kita sebaiknya tidak terlalu buru-buru mengambil langkah meski kita dan pasangan sama-sama saling mencintai.

Dibutuhkan persiapan matang sebelum akhirnya kita dan pasangan siap untuk menjalani komitmen sehidup semati. Lalu, kapan yang tepat untuk melakukannya?

Menurut ahli terapi hubungan Susan Edelman, ada banyak alasan yang membuat seseorang tergesa-gesa dalam percintaan.

Ketika kita jatuh cinta, kata Edelman, otak kita melepaskan zat kimia yang membuat kita gembira seperti dopamin dan oksitosin.

Zat kimia tersebut membuat tubuh mengalami sensasi menyenangkan dan merasa bahagia setiap kali melihat pasangan.

Ini benar-benar reaksi biologis yang membuat kita merasa bahagia. Jadi, kita tidak boleh menyalahkan diri sendiri karena merasa ingin menghabiskan semua waktu dengan orang yang kita sukai.

Akibatnya kita merasa sangat terkoneksi dan begitu mencintainya sehingga kita memutuskan untuk melangkah lebih jauh dalam hubungan.

Namun, apa pun situasinya, sebaiknya kita memikirkan dengan baik mengenai keputusan yang akan kita buat sebelum memutuskan untuk benar-benar menjalani komitmen seumur hidup dengan si dia.

Edelman mengatakan, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah kita benar-benar siap untuk bertunangan atau melakukan langkah lebih jauh dalam sebuah hubungan.

"Idealnya, kedua pasangan telah menyatakan cinta mereka satu sama lain sebelum bertunangan," katanya.

Halaman Berikutnya
Halaman:



Close Ads X