KOMPAS.com — Salah satu hal yang paling membahagiakan di dunia ini adalah saat kita berhasil bersanding dengan orang yang kita sayangi.
Namun, dalam sebuah hubungan tetap diperlukan proses pengenalan lebih dalam.
Kita sebaiknya tidak terlalu buru-buru mengambil langkah meski kita dan pasangan sama-sama saling mencintai.
Dibutuhkan persiapan matang sebelum akhirnya kita dan pasangan siap untuk menjalani komitmen sehidup semati. Lalu, kapan yang tepat untuk melakukannya?
Menurut ahli terapi hubungan Susan Edelman, ada banyak alasan yang membuat seseorang tergesa-gesa dalam percintaan.
Ketika kita jatuh cinta, kata Edelman, otak kita melepaskan zat kimia yang membuat kita gembira seperti dopamin dan oksitosin.
Zat kimia tersebut membuat tubuh mengalami sensasi menyenangkan dan merasa bahagia setiap kali melihat pasangan.
Ini benar-benar reaksi biologis yang membuat kita merasa bahagia. Jadi, kita tidak boleh menyalahkan diri sendiri karena merasa ingin menghabiskan semua waktu dengan orang yang kita sukai.
Akibatnya kita merasa sangat terkoneksi dan begitu mencintainya sehingga kita memutuskan untuk melangkah lebih jauh dalam hubungan.
Namun, apa pun situasinya, sebaiknya kita memikirkan dengan baik mengenai keputusan yang akan kita buat sebelum memutuskan untuk benar-benar menjalani komitmen seumur hidup dengan si dia.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.