Kompas.com - 16/04/2019, 07:43 WIB

Yang terlambat kita sadari adalah cara tersebut membuat kita merasa buruk.

Teriakan dan omelan itu juga menakutkan anak-anak (seperti halnya dulu kita juga takut) menanti akhir dari kalimat. Membuat anak merasa cemas dan cenderung menganggap dirinya sebagai orang yang tidak baik.

“Anak-anak memiliki sistem saraf yang sensitif dan teriakan akan menakutkan mereka, apalagi melihat ekspresi wajah orangtua saat marah. Itu sangat agresif dan mengintimidasi,” kata konselor keluarga Elana Sures.

 Baca juga: Hai Orangtua, Mari Pahami Alasan Anak Sering Membantah

Ketika orangtua mendapatkan hasil yang diinginkan setelah meneriaki anak, itu lebih karena anak-anak takut dan ingin ayah atau ibunya berhenti berteriak.

“Itu bukan karena keputusan mereka. Jadi, kebiasaan berteriak hanya akan efektif dalam jangka pendek, tapi lama-lama anak akan mengacuhkannya,” ujarnya.

Jadi, apa yang bisa dilakukan orangtua ketika amarahnya memuncak? Pertama, ketahui apa yang memicunya. Teriakan biasanya dipicu oleh sesuatu yang spesifik, misalnya stres di kantor atau sebenarnya sedang kesal dengan pasangan. 

Memahami apa yang mendasari kemarahan akan membantu kita membuat respon atau sikap yang rasional.

Berteriak bukanlah bentuk komunikasi karena hanya membuat anak untuk diam dan bukan mendengarkan. Jadi, pertama-tama kita harus tenang dulu, lalu bicarakan pada anak kalau sikapnya tidak baik dan bagaimana yang seharusnya.

Jika anak masih terus melakukan kesalahannya, beri hukuman. Misalnya memberinya time-out. Kemudian jika ia sudah tenang sampaikan alasan mengapa ia tidak boleh mengulangi perilakunya lagi

Baca juga: Mengenali Tanda Gangguan Mental pada Anak

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Parenting
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.