Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/04/2019, 12:32 WIB

KOMPAS.com - Pengaruh besar media sosial pada anak-anak bukan hanya masalah kecanduan tapi juga pada pilihan pola makannya.

Seperti dilansir Health Cleveland, anak-anak yang melihat unggahan iklan camilan tidak sehat di media sosial akan mengasup lebih banyak kalori.

Selain itu asupan makanan tidak sehatnya naik secara signifikan daripada anak-anak yang melihat tayangan camilan sehat, atau produk non-makanan.

Studi tersebut mengamati 176 anak-anak berusia antara 9 dan 11 tahun. Mereka secara acak ditugaskan untuk melihat berbagai profil influencer media sosial dengan camilan sehat, camilan tidak sehat, atau produk non-makanan.

Psikolog anak Kate Eshleman mengatakan tidak kaget jika iklan sangat persuasif terhadap anak-anak.

"Iklan memiliki banyak dampak pada anak-anak," kata psikolog yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

"Mereka melihatnya dan mereka menginginkannya, dan orang tua harus bersiap untuk membatasi hal-hal itu di rumah."

Eshleman mengatakan, salah satu cara menghindari perangkap iklan di media sosial adalah berbicara dengan anak-anak tentang pilihan makanan sehat.

Selain itu, orang tua juga harus selalu tahu apa yang ditonton anak-anak, sehingga mereka dapat menerangkannya.

Baca juga: Cara Sehat Membantu Anak Gemuk Mengurangi Berat Badan

"Secara umum, penting bagi orang tua untuk mengetahui apa yang ditonton anak-anak mereka--dan itu termasuk iklan," katanya.

"Kamu ingin tahu mengapa seorang anak bertanya tentang ini atau membicarakan hal itu. Dan cara terbaik untuk memahami hal-hal itu adalah dengan mengetahui apa yang mereka tonton."

Eshleman mencatat, hasil penelitian ini bukan berarti orang tua tidak boleh membiarkan anak-anak mereka melihat konten secara daring.

Dia merekomendasikan agar mengawasi seluruh aktivitas anak-anak menonton di media sosial, dan tidak dianjurkan memberikan gawai seperti ponsel atau tablet.

Baca juga: Mencegah Anak Balita Trauma Makan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.