Kompas.com - 16/04/2019, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Media sosial menjadi sarana alternatif untuk mendapatkan informasi. Sayangnya, belakangan ini media sosial kebanjiran konten negatif.

Dengan cepatnya, video pengeroyokan, penembakan brutal, perundungan, hingga video bunuh diri, menyebar bagai virus ke seluruh dunia.

Dibandingkan konten yang bersifat edukatif dan inspiratif, tak dipungkiri unggahan yang menimbulkan kengerian lebih mudah disebar ulang lewat media sosial.

Ternyata, memang ada kecenderungan masyarakat senang berbagi konten-konten negatif ketimbang positif.

Hal itu disampaikan oleh Digital Literacy Officer (Internet Safety) ICT Watch Acep Syaripudin dalam acara diskusi yang diadakan Forum Ngobras, di Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

ICT Watch sendiri merupakan satu dari empat lembaga di Indonesia yang dipercaya Google untuk menjadi bagian dari YouTube Trusted Flagger. Setiap harinya, tim tersebut menyaring video-video bermuatan negatif.

Menurut Asep, memang ada kecenderungan pada remaja saat ini senang berbagi konten negatif.

"Anak-anak dan remaja remaja sekarang lebih senang ketika mengupload konten-konten negatif. Di YouTube banyak banget," kata Acep.

Salah satu rekan Acep di ICT Watch memiliki peran untuk membersihkan video-video bertema bunuh diri. Yang menjadi keprihatinan adalah banyak orang yang justru merekam aksi bunuh diri tersebut alih-alih menyelamatkan orang tersebut.

Beberapa dari pelaku yang menonton dan merekam bahkan meneriaki korban untuk segera melompat. Itu semua demi kepentingan konten.

"Ketika meng-upload mereka mengharapkan subscriber, followers, likes yang banyak, dan sebagainya," ucapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.