Sekalipun Sebatang, Merokok saat Hamil Bahayakan Bayi

Kompas.com - 22/04/2019, 10:00 WIB
Ilustrasi rokok dan anak-anak. THINKSTOCKIlustrasi rokok dan anak-anak.

KOMPAS.com - Bahaya rokok bagi ibu hamil sudah dibuktikan penelitian sejak dulu. Dalam studi terbaru, klaim bahaya rokok bagi ibu hamil semakin dikuatkan.

Studi tersebut memaparkan, 22 persen dari kematian bayi mendadak (SUID) di Amerika Serikat dapat dikaitkan karena kebiasaan ibu merokok selama kehamilan.

Studi ini menganalisis lebih dari 20 juta angka kelahiran hidup dan 19.000 kasus SUID.

Merokok selama kehamilan--sekalipun hanya satu batang rokok--meningkatkan risiko SUID sampai dua kali lipat.

Untuk ibu yang merokok 1 hingga 20 batang per hari, setiap tambahan rokok meningkatkan kemungkinan SUID sebesar 0,07 kali.

SUID merupakan sindrom kematian mendadak, mati lemas secara tidak sengaja dan tercekik di tempat tidur, dan kematian bayi di bawah 1 tahun lainnya karena sebab yang tidak diketahui.

Meskipun bahaya merokok selama kehamilan sudah umum diketahui, sekitar 7 persen perempuan hamil di AS disebut tetap merokok selama kehamilan.

"Berhenti merokok menghasilkan pengurangan terbesar dalam risiko SUID, tetapi setiap rokok yang dapat dikurangi juga diperhitungkan," kata dokter spesialis Obgyn, Rebecca Starck.

Rencanakan ke depan 

Starck melanjutkan, ketika mencoba untuk berhenti, perokok harus mengubah lingkungan yang menempatkan mereka pada risiko kembali ke kebiasaan lama.

Hal itu bisa dimulai dari mengenali pemicu keinginan merokok, apakah mereka stres, kebiasaan atau pemicu sosial, dan memastikan orang yang mereka cintai sadar dan mendukung keputusan mereka untuk berhenti.

"Saya memberi tahu mereka bahwa begitu mereka berhenti merokok, mereka tidak dapat 'hanya memilikinya', karena mereka akan mendapati tiba-tiba kembali merokok sebungkus per hari," tambahnya.

Konseling tambahan ke dokter atau intervensi lain untuk berhenti merokok juga membantu keberhasilan.

Namun, jika ada perempuan tidak dapat berhenti sendiri atau dengan konseling, American College of Obstetrics and Gynecologists merekomendasikan penggunaan terapi penggantian nikotin di bawah pengawasan ketat seorang dokter.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X