Terlalu Sering 'Styling' Bisa Sebabkan Kebotakan, Apa Penyebabnya?

Kompas.com - 23/04/2019, 07:30 WIB
Ilustrasi mengeringkan rambut shutterstockIlustrasi mengeringkan rambut
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini semakin banyak orang ingin tampil menarik. Salah satu cara agar tampil menarik adalah melakukan styling rambut dengan menggunakan pemanas untuk membentuk tampilan rambut sesuai keinginan.

Namun, styling rambut yang terlalu sering bisa menyebabkan kerusakan batang rambut.

Apalagi, alat styling seperti pengering rambut atau catokan bisa menghantarkan panas yang sangat tinggi.

PR Manager PT Kino Tbk, Yuna Eka Kristina mencontohkan penggunaan pengering rambut. Jika didekatkan dan dari tampak depan, panasnya bisa mencapai 160 derajat Celsius dan jarak agak jauh bisa sekitar 80-100 derajat Celsius.

Pengering rambut di salon bisa lebih panas lagi, yaitu sekitar 130 derajat Celcius.

Menurutnya, suhu di atas 60 derajat Celcius bisa menyebabkan denaturasi protein atau perubahan bentuk dan fungsi dari keratin (protein alami pada rambut).

"Kadar keratin yang ada di situ akan terangkat atau berkurang," kata Yuna dalam sebuah diskusi bersama Ellips Hair Vitamin di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Sementara itu, Dr. Gloria Novelita, Sp.KK menjelaskan, styling terlalu sering bisa menyebabkan kerusakan batang rambut. Tekstur helai rambut yang tidak merata akan menyebabkan risiko kerusakan rambut bertambah. Sebab, kutikula atau lapisan pelindung utama batang rambut akan terbuka.

"Kalau terbuka, nanti bahan-bahan yang berpotensi merusak rambut akan lebih mudah merusak bagian korteks," kata Gloria.

Di samping kerusakan batang rambut, dampak terparah dari styling bisa membuat kita mengalami masalah kebotakan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X