Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/04/2019, 11:00 WIB

"Meski tidak tampak signifikan, selai lah yang membuat kalori makanan tersebut melonjak. Sementara kita sering menganggap roti itu sendiri sebagai makanan yang menyumbang banyak kalori," kata Tomlinson.

Cara terbaik menilai roti adalah dengan menghitung kalorinya sendiri atau sebagai variabel kalori tunggal.

Menurut grafik Tomlinson, selai kacang menjadi variabel kalori berikutnya. Variabel ini mengandung kalori lebih tinggi.

Menurut ahli gizi yang akun media sosialnya telah diikuti oleh 400 ribu lebih orang tersebut, model variabel kalori ini adalah sesuatu yang seharusnya diaplikasikan oleh banyak pegiat kebugaran sebagai pola makan yang rasional.

Memahami konsep ini bisa membantu orang-orang memberi jarak diri mereka dari penghitungan jumlah kalori makanan yang tak beralasan, sementara makanan itu sebetulnya bisa dijadikan sumber energi seperti makanan lainnya.

"Kalori surplus adalah hasil dari variabel kalori berbagai makanan, bukan hanya dari roti," kata dia.

Pada studi terpisah yang dipublikasikan oleh National Institute of Health pada 2015, para peneliti mengalamatkan hubungan antara roti dan peningkatan berat badan.

Apa yang mereka temukan sangat menarik dan sedikit bertolak belakang dengan klaim Tomlinson bahwa tidak ada perbedaan antara roti putih dan gandum.

Hasil studi menunjukkn bahwa mengurangi asupan roti putih (tidak semua roti) dengan pola makan Mediterania berkaitan dengan penurunan berat badan dan lemak perut.

"Ini menunjukkan bahwa komposisi yang berbeda antara roti gandum dan roti putih memberi efek yang berbeda terhadap berat badan dan lemak perut," tulis studi tersebut.

Jadi, apa yang bisa kita pelajari dari ulasan ini adalah fakta bahwa apa yang kita tambahkan pada roti bisa berdampak pada berat badan kita, tidak hanya roti itu sendiri.

Pastikan asupan kalori yang seimbang dan perjalanan dietmu tidak akan seberat yang kamu pikirkan.

Baca juga: Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber DMarge
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.