Mengenal Diet "Pegan", Kombinasi Diet Paleo dan Vegan

Kompas.com - 24/04/2019, 18:49 WIB
Ilustrasi dietShutterstock Ilustrasi diet

KOMPAS.com - Berbagai jenis diet muncul, dan membuat pilihan menjadi semakin beragam.

Mulai dari diet keto, diet vegan, hingga mediterania, semuanya memiliki tempat tersendiri bagi mereka yang ingin memiliki tubuh ideal.

Kini, terdengar lagi jenis diet yang dibuat oleh Dr Mark Hyman di tahun 2014. Diet tersebut bernama " pegan", yang merupakan kombinasi dari diet paleo dan vegan.

Menurut Hyman, metode ini adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan, sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

Lalu, bagaimana menggabungkan dua metode yang saling bertentangan ini? Apakah pola diet ini benar-benar menyehatkan?

Baca juga: Olahraga atau Diet, Mana yang Lebih Penting demi Menjaga Tubuh Ideal?

Diet paleo menekankan pola konsumsi daging, buah-buahan, sayuran, dan membatasi biji-bijian, kacang-kacangan, susu, kentang, minyak sayur olahan, dan alkohol.

Sementara, diet vegan membatasi pola makan yang berasal dari hewan, termasuk gelatin, makanan yang diperkaya omega-3, dan madu.

Dua jenis diet ini memang tampak berbeda. Namun, keduanya memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama mengonsumsi buah dan sayur.

"Ini hanya mengambil hal-hal yang baik dari diet paleo dan mengambil hal-hal yang baik dari diet vegan, lalu menyatukannya."

Demikian dikatakan Wesley McWhorter, Kepala Koki di UTHealth School of Public Health.

Makanan yang bisa dikonsumsi

Sebagian besar makanan yang bisa dikonsumsi dalam diet ini terdiri dari buah-buahan dan sayuran.

Hyman merekomendasikan konsumsi 75 persen sayuran dalam setiap porsi makanan kita.

Sementara itu, daging hanya berfungsi sebagai lauk bukan hidangan utama.

Baca juga: Mengenali Kemiripan Kuliner Indonesia dan Mediterania...

Nah, berikut ini adalah daftar bahan makanan yang bisa dikonsumsi dalam diet tersebut:

- Lemak sehat (seperti asam lemak omega-3, kacang-kacangan, kelapa, dan alpukat).

- Buah dan sayur-sayuran.

- Kacang-kacangan dan biji-bijian.

- Biji-bijian bebas gluten.

- Lentil untuk mereka yang tidak bisa melepaskan legum.

- Daging organik, yaitu daging dari hewan yang dipelihara secara berkelanjutan (ikan, daging sapi, babi, dan ayam tak masalah dikonsumsi dalam jumlah sedang).

- Gula bisa dikonsumsi hanya sesekali.

Baca juga: Ingin Langsing tapi Malas Olahraga dan Diet? Cobalah Trik Ala Jepang

Makanan yang harus dihindari

Untuk menerapkan pola diet ini, Hyman menyarankan kita sebisa mungkin untuk menghindari bahan makanan berikut:

- Susu, termasuk susu, yogurt, dan keju. Namun, tak masalah sesekali kita mengonsumsi produk susu kambing dan domba organik.

- Biji-bijian, termasuk gandum utuh. Biji-bijian bebas gluten sebaiknya dihindari.

Menurut Hyman, ini dapat meningkatkan gula darah dan dapat memicu autoimunitas. Namun, lentil masih bisa kita konsumsi.

- Gula sebisa mungkin harus kita minimalisasi.

- Minyak nabati seperti kanola, bunga matahari, jagung, dan minyak kedelai.

- Bahan kimia, aditif, pengawet, pewarna, MSG, dan pemanis buatan.

Lalu, apakah pola diet ini benar-benar menyehatkan?

Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda, tergantung pada kondisi kesehatan dan preferensi.

Namun, Hyman menyakini pola diet ini adalah yang terbaik bagi banyak orang.

Baca juga: 3 Trik Hentikan Diet Keto Tanpa Alami Kenaikan Berat Badan

"Cara makan ini paling masuk akal bagi kesehatan kita dan kesehatan planet kita. Ini berkelanjutan dan ramah terhadap hewan," ungkap Hyman.

Namun, McWhorter mengatakan kita tak bisa menghindari seluruh kelompok makanan yang dianggap menganggu rencana penurunan berat badan atau kesehatan.

Baginya, kita tak bisa serta merta menuding satu hal dan menganggapnya sebagai satu satunya perusak kesehatan atau program penurunan berat badan yang kita jalani.

Di sisi lain, McWhorter setuju dengan Hyman bahwa konsumsi buah dan sayur memang perlu kita perbanyak.

Alih-alih menghindari seluruh kelompok makanan, McWhorter menyarankan kita agar mengonsumsi sayuran setidaknya setengah dari ukuran piring kita.

Baca juga: Mengapa Berat Badan yang Gampang Naik Turun Tak Menyehatkan

Lalu, kita isi sisanya dengan daging dan biji-bijian, atau makanan lain yang kita pilih.

"Bahkan jika kamu tidak ingin mengurangi ukuran burger atau steak Anda, sertakan sayuran," kata dia.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X