Kompas.com - 24/04/2019, 21:58 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Di era modern, manusia memakai KY Jelly sebagai pelumas. KY Jelly awalnya dipasarkan sebagai alat bantu bedah pada awal 1900-an.

Pelumas mengandung gliserin ini segera menjadi populer untuk keperluan seks, dan akhirnya, perusahaan memproduksinya sebagai pelumas paling populer sepanjang masa.

Dalam beberapa tahun terakhir, KY Jelly (dan pesaing utamanya Astroglide) kurang disukai karena potensinya yang bisa mengurangi kesuburan.

Ini juga berlaku untuk Vaselin, yang mematenkan jeli minyak bumi pertama pada tahun 1872.

Meski produk-produk itu dibuat bukan untuk aktivitas seks, orang-orang sudah lama menggunakannya sebagai pelumas seks.

Pada tahun 2019, banyak pelumas berkualitas tinggi dengan bahan-bahan modern mulai muncul.

Namun, Garrison tidak merekomendasikan penggunaan pelumas berbasis Vaseline, ludah, atau gliserin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi jika kita ingin menggunakan bahan alami sebagai pelumas, pilihlah minyak nabati.

Garrison merekomendasikan minyak kelapa sebagai pelumas seks. Namun, minyak zaitun juga merupakan pilihan yang baik.

"Minyak zaitun dapat ditambahkan ke daftar pilihan untuk pelumas yang efektif. Itu alami dan bertahan lebih lama dari pelumas berbasis air," ucap Sherry.

Halaman:


Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.