Hilang Kamera, "Picu" Lahirnya Bot Junkard yang Mendunia...

Kompas.com - 25/04/2019, 08:48 WIB
Beberapa sepatu produksi Junkard. Dok JUNKARDBeberapa sepatu produksi Junkard.

Untuk sol, ia menggunakan Dainite dari Inggris dan Vibram.

Ke depan, ia ingin mengikuti beberapa event di luar negeri, salah satunya Denim Day.

Belajar dari Bawah

Tangguh mengaku bukan orang yang cepat merasa puas. Ia selalu kerap ingin belajar dan menimba ilmu.

Itu pulalah yang membuat dia sempat menerima tawaran bekerja di digital agency grup Djarum pada tahun 2014.

Selama beberapa tahun ia bekerja untuk menjalankan keduanya bersama-sama.

Di tempat kerjanya, Tangguh belajar banyak hal tentang content writer, memperdalam fotografi, media sosial, hingga digital marketing.

Baca juga: Kisah Kang Bule, Jatuh Bangun Bikin Sepatu Bot hingga Dipakai Jokowi

“Dulu pernah ada yang nanya, ngapain kan dah punya perusahaan sepatu. Tapi saya ingin mendapatkan ilmu lebih terutama tentang digital,” ungkap anak dari pasangan Syafril dan Risdanetti ini.

Selain itu, ia mempercayai, sebaiknya pemimpin bergerak dari bawah. Merasakan dulu menjadi pegawai hingga saat duduk di kursi pemimpin tahu apa yang dirasakan bawahan.

Rupanya, keputusan Tangguh mengambil pekerjaan tersebut membuahkan hasil. Bahkan bisa dibilang, menjadi salah satu keberhasilan Junkard dalam dunia pemasaran digital.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X