Jenis Olahraga yang Aman di Masa Kehamilan

Kompas.com - 26/04/2019, 07:26 WIB
Ilustrasi ibu hamilszefei Ilustrasi ibu hamil

KOMPAS.com - Tetap beraktivitas fisik pada masa kehamilan memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, tetap aktif saat hamil bisa membantu kita lebih lancar ketika melakukan persalinan dan lebih mudah ketika kembali ke rutinitas setelah melahirkan.

Meski begitu, mungkin masih banyak wanita yang bingung seperti apa pola olahraga yang aman bagi ibu hamil.

Spesialis obstetri dan ginekologi Kendra Segura, MD mengatakan, penting untuk mengetahui apakah kondisi kita ketika hamil tergolong berisiko tinggi. Kalau pun tidak mengetahuinya, diperlukan sejumlah penelitian untuk menentukan frekuensi dan intensitas olahraga yang tepat.

Secara umum, Segura merekomendasikan wanita hamil yang tidak berisiko komplikasi untuk menjalani rutinitas olahraga setidaknya 30 menit per hari, lima hari dalam seminggu. Atau total 150 menit setiap minggunya.

"Targetnya adalah intensitas ringan hingga moderat," kata Segura.

Segura meminta pasien-pasiennya untuk melakukan 'tes bicara'. Maksudnya, ketika kita masih bisa berbincang ketika melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki atau jogging, hal itu adalah pertanda baik.

Namun jika sebaliknya, berarti kita melakukan aktivitas yang sudah terlalu berat. Hal ini sangat lah dihindari pada masa kehamilan.

Wanita hamil disarankan menjauhi olahraga kontak, seperti tinju, sepak bola atau olahraga lainnya yang berisiko terjatuh, termasuk berkuda, main ski dan berselancar.

Segura juga merekomendasikan untuk menghindari kelas olahraga yang merangsang panas, seperti hot yoga atau pilates.

Fokus lah pada olahraga dengan dampak ringan (low-impact exercise) atau yang tidak melibatkan gerakan melompat.

"Berenang adalah contoh yang baik dari olahraga minim dampak tersebut. Sebab renang mampu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas secara bersamaan," kata Segura.

Sepeda statis, jogging, yoga modifikasi, serta pilates modifikasi juga menjadi opsi yang bagus.

Terakhir, ingatlah bahwa ketika hamil tubuh kita berubah secara konstan. Kehamilan mengubah keseimbangan seseorang dan sendi-sendi kita akan lebih fleksibel. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terhadap cedera.

"Intinya, dengarkan tubuhmu. Jika kamu merasakan sakit atau ketidaknyamanan, jangan lakukan olahraga tersebut. Jangan lupa pula untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi," kata dia.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X