Tren Donasi Online untuk Pasien Penyakit Berat

Kompas.com - 26/04/2019, 13:42 WIB
Donasi. ShutterstockDonasi.

KOMPAS.com -  Berderma kepada sesama yang membutuhkan di era digital ini semakin mudah. Lewat berbagai aplikasi dan situs pengumpul dana, masyarakat bisa memberikan donasinya kapan saja secara online.

Penyakit berat dan kritis membutuhkan biaya tidak sedikit. Tidak jarang pengobatan pasien harus berhenti di tengah jalan karena kekurangan dana.

Kita mungkin pernah menerima ajakan di media sosial untuk memberikan sumbangan kepada pasien penyakit berat, seperti kanker, korban kecelakaan, atau pun pasien penyakit langka, yang butuh biaya hingga ratusan juta.

Salah satu platform penyalur dana bagi biaya berobat itu adalah Peduli Sehat. Berbeda dengan pengumpul dana lainnya, Peduli Sehat hanya mengkhususkan diri bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan melawan penyakit berat.

“Kami berharap teknologi yang kami sediakan ini dapat menolong orang dengan penyakit serius mendapat tambahan dana demi kesembuhannya,” kata CEO Pedulisehat.id, Raymond Chen.

Dirilis sejak 14 Oktober 2018, hingga akhir bulan Maret 2019 tercatat sudah ada 100 kampanye yang penggalangan dananya selesai.

Baca juga: BPJS Kesehatan: Pendapatan Iuran Per Bulan Tak Sebanding dengan Pembayaran Klaim

Pedulisehat merupakan platform donasi online untuk pasien penyakit berat.Dok Pedulisehat.id Pedulisehat merupakan platform donasi online untuk pasien penyakit berat.

Menurut Raymond, kelebihan dari platform ini adalah validasi data pasien dan juga campaigner yang dilakukan tim Pedulisehat sendiri.

“Jadi, sangat kecil kemungkinannya jika ada oknum yang memanfaatkan kondisi sakit pasien untuk ‘dijual’ demi mendapatkan uang,” ujarnya.

Di situs Pedulisehat ini donatur bisa melihat daftar pasien yang sedang melakukan pengumpulan dana secara lengkap.

Donasi juga bisa dilakukan secara mudah melalui beragam metode pembayaran, seperti GoPay, OVO, dan virtual account beberapa bank ternama.

Raymond mengatakan, Pedulisehat juga terus memperluas kerjasama dengan beberapa yayasan yang memiliki kesamaan visi, misi, dan value.

“Kami telah berpartner dengan beberapa yayasan, seperti Aksi Cepat Tanggap, Yayasan Dokter Peduli, dan yang terbaru dengan Yayasan Buddha Tzu Chi,” katanya.

 Baca juga: Kebanyakan Sepatu? Donasi untuk Anak-Anak yang Membutuhkan

 

 

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X