Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/04/2019, 11:11 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com- Kediri, Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah pengembangan jaringan e-commerce busana muslim Hijup dengan mendirikan toko offline-nya. Lalu bagaimana selera berbusana muslim warga Kediri?

Berbicara mengenai selera orang Kediri ini, Diajeng Lestari selaku CEO Hijup mengatakan, setiap daerah bisa berbeda-beda selera berbusananya. Ada kecenderungan, keunikan, serta harga yang mempengaruhinya.

"Masing-masing tempat punya kecenderungan yang unik," ujar Diajeng Lestari saat hadir dan membuka toko offline Hijup di Jl. Joyoboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2019).

Sehingga untuk menjangkau selera pasar yang beragam itu, kata Diajeng, Hijup bekerjasama dan menjadi wadah dari ratusan desainer. Para desainer itu mempunyai latar belakang model karya yang berbeda-beda dan unik untuk melayani pasar yang ada.

Sedangkan menyikapi soal trend hijab secara global, istri dari Achmad Zaky CEO Bukalapak ini berpandangan bahwa tren itu lebih pada pilihan customer masing-masing.

Hanya saja, lanjut dia, hal itu ada garisnya dan bisa ditarik benang merah misalnya dengan adanya momentum. Momentum Ramadhan salah satunya, trend busana muslim menurutnya akan lebih banyak pada warna-warna soft semisal putih.

Dan mendekati Idul Fitri akan bergeser pada warna-warna yang lebih berat atau lebih glamour karena berkaitan dengan momentum perayaan.

"Inshaallah pas Ramadhan, yang banyak keluar dress panjang serta mukena untuk kebutuhan (ibadah) Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Hijup memperkuat pasarnya di Jawa Timur dengan membuka cabang toko offline-nya di Kota Kediri, Sabtu (27/4/2019).

Keberadaan toko itu untuk melengkapi segmen online yang telah terlebih dahulu digarap.

Pemilihan Kota Kediri setelah Surabaya, selain karena sebagai kota yang berkembang dan potensi tinggi investasi, juga karena sejarah keislaman yang kuat yang tergambar dari banyaknya pesantren besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.