Kompas.com - 28/04/2019, 11:35 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga

Ekblom-Bak menambahkan, orang-orang yang memiliki tingkat VO2 max yang lebih rendah akan mengurangi risiko kematian dini lebih banyak, yaitu sekitar sembilan persen.

"Namun, mereka yang berada di titik maksimal VO2 max akan mengurangi risiko mereka sebesar 1 persen," tambahnya.

Cara paling tepat untuk mengukur VO2 max kita adalah di laboratorium. Pengukuran dilakukan dengan praktik olahraga lari hingga kelelahan total sembari mengenakan masker pernapasan untuk menangkap dan mengukur setiap inhalasi dan pernafasan kita.

Namun, kita bisa mengukurnya dengan menggunakan kalkulator khusus yang melakukan perhitungan berdasarkan usia, detak jantung, berat badan, lingkar pinggang, dan tingkat aktivitas fisik.

Apapun cara yang kita gunakan untuk mengukurnya, bergerak lebih banyak dan menjadi lebih bugar telah menunjukan adanya peningkatan VO2 max dalam diri kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.