Kompas.com - 29/04/2019, 08:10 WIB

Di sana ia terbantu dengan ketersediaan bahan, terutama minyak.

"Di Peru itu mereka produksi dua minyak besar. Di bagian pesisir banyak minyak olive dan bagian hutan banyak minyak kelapa."

"Jadi saya pakai dua minyak tersebut," kata lulusan linguistic dari Carleton University, Kanada ini.

Setelah bertahun-tahun menetap di negeri orang, Nina memutuskan pulang dan menetap di Indonesia.

Ia memilih Yogyakarta dan memulai bisnis sabun yang semula dipakai sendiri.

Nina kembali ke Indonesia dengan perasaan senang lantaran bahan alami di Indonesia tergolong beragam, terutama minyak.

Oleh karena itu, kembali ke Indonesia adalah sebuah kesempatan emas bagi Nina yang juga seorang aktivis lingkungan.

Baca juga: Ajakan Tak Membuang Biji Buah untuk Lingkungan

Ramah lingkungan

Nina memastikan, bahan-bahan yang digunakan adalah alami.

Ia menggunakan ragam minyak, seperti dari cengkeh, pala, kelapa, kayu manis, castor, neem, minyak tamanu dan illipe dalam produknya.

Dari ragam bahan alami tersebut, Nina lantas membuat kreasi dengan pewarna dan wangi yang alami.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.