Cerita Wulan, Berbagi Cara Membuat Pasta Gigi dan Deodoran Sendiri untuk Kurangi Plastik

Kompas.com - 29/04/2019, 14:01 WIB
Bahan-bahan yang digunakan Wulan Russell untuk membuat pasta gigi organik yang terbuat dari baking soda, garam, ekstrak mint, dan air. Wulan Russell Bahan-bahan yang digunakan Wulan Russell untuk membuat pasta gigi organik yang terbuat dari baking soda, garam, ekstrak mint, dan air.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pasta gigi organik ini pun relatif murah dan mudah didapatkan.

Wulan menyebutkan, ia membeli 500 gram baking soda dengan harga Rp 4.000, sementara daun mint Rp 6.000.

Selain itu, untuk bahan deodoran, detergen, dan body lotion, Wulan juga menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

"Deodoran saya bikin dari bahan baking soda, coconut oil, air, tepung garut, boleh ditambahkan coconut butter sedikit kalau mau dibikin padat banget. Body lotion, saya buat dari bahan air, coconut oil, coconut butter, ekstrak vitamin E, essential oil lainnya," ujar Wulan.

Namun, ada kekurangan ketika deodoran tersebut digunakan, yakni menyebabkan bahan melekat pada pakaian karena bahan tersebut tidak cepat mengering.

"Kalau deterjen, saya buat dari bahan baking soda, washing soda, citric acid, dan garam, kalau mau pakai aroma bisa dicampurkan dengan essential oil," kata dia.

Menurut Wulan, pemakaian deterjen dengan produk organik ini juga meminimalisasi sampah dari bungkus plastik deterjen.

Lamanya produk

Wulan mengatakan, bahan-bahan yang dibuat sendiri ini punya jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, pembuatannya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan.

"Produk bisa bertahan dua minggu jika di luar ruangan, setelah dibikin. Tapi kalau disimpan di dalam kulkas bisa sampai dua bulanan," ujar Wulan.

Yang menarik, bahan-bahan yang digunakan Wulan tidak menyebabkan iritasi atau hal-hal yang berbahaya bagi tubuh.

"Bahannya aman, enggak menyebabkan iritasi kok, engga bikin keracunan juga," ujar Wulan.

Selain membuat sendiri berbagai barang kebutuhan sehari-hari, ia juga menerapkan pola hidup zero waste (pola hidup nol sampah).

Ia mendaur ulang sampah organik dan mengajak masyarakat Indonesia agar mengurangi penggunaan produk plastik.

"Perubahan itu enggak enak. Tapi kita harus berubah untuk sesuatu yang lebih baik, berubah untuk kebaikan itu harus. Dan sekeccil apa pun perubahan yang kita lakukan akan berdampak besar dan itu adalah salah satu tanda bahwa kita peduli," ujar Wulan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X