Bagaimana Kelelahan Bisa Menyebabkan Kematian?

Kompas.com - 29/04/2019, 16:30 WIB
Ilustrasi kelelahan shutterstockIlustrasi kelelahan
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pemilu serentak usai dilaksanakan. Namun, hajatan ini rupanya menyisakan duka. Sedikitnya 91 petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dilaporkan meninggal dunia.

Kematian puluhan anggota KPPS diduga disebabkan oleh kelelahan. Pemilu serentak memang mengharuskan mereka menghitung seluruh surat suara bahkan hingga dini hari.

Padahal, sebelumnya mereka habis berjaga seharian di TPS pada hari pemungutan suara. Waktu kerja yang panjang inilah yang kemudian diduga menjadi pemicu munculnya kelelahan sehingga menyebabkan kematian.

Bagaimana kelelahan bisa menyebabkan kematian?

Bekerja terlalu lama atau terlalu giat bisa menyebabkan level stres yang sangat tinggi. Apalagi jika sebelumnya kita juga tak memiliki istirahat yang cukup.

Saat stres, jantung akan bekerja lebih keras dari biasanya. Dikutip dari laman time.com, dr. Alan Yeung, direktur medis di Stanford Cardiovascular Health, mengatakan bahwa seseorang yang memiliki tingkat stres tinggi akan mengalami peningkatan irama jantung dan tekanan darah.

Kedua kondisi itulah yang kemudian akan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan gagal jantung, terutama pada mereka yang telah memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya

Sebenarnya, hubungan antara jam kerja yang panjang dan penyakit jantung sendiri belum bisa dijelaskan secara gamblang.

Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa hormon kortisol dan epinephrine yang dilepaskan saat stres, turut menyumbang masalah jantung pada mereka yang bekerja lembur.

Baca juga: 5 Bahaya Kerja Lembur Bagi Kesehatan Kita

Apakah hal ini sering terjadi?

Sebenarnya, kelelahan sampai menyebabkan kematian bisa saja terjadi. Menurut dr. Yeung, kematian akibat gagal jantung yang disebabkan oleh stres sangat mungkin, tetapi kasusnya cukup jarang.

Penyakit jantung akibat kelelahan karena bekerja terlalu lama mungkin terjadi dan meningkat risikonya apabila orang tersebut telah memiliki beberapa masalah kesehatan sebelumnya, seperti riwayat penyakit jantung atau stres berkepanjangan.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kelelahan tidak secara langsung menyebabkan kematian akibat penyakit jantung. Namun, kondisi stres berkepanjangan dan iskemia-lah yang menyebabkan risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat.

Baca juga: Waspadai, Gila Kerja Sebabkan Masalah pada Kesehatan Mental

Cara mencegah kelelahan akibat bekerja

Ada kalanya, kita harus bertahan dengan pekerjaan karena deadline yang mengikat. Kalau sudah begitu, mau tidak mau, kita harus bekerja lembur untuk menyelesaikannya.

Beberapa tips yang bisa diikuti untuk mencegah kelelahan akibat bekerja, yaitu:

  • Makan camilan sehat di tengah pekerjaan
  • Hindari makanan/minuman bergula siap saji
  • Tidur cukup
  • Hindari pemicu stres
  • Kurangi konsumsi kafein
  • Minum yang cukup
  • Lebih aktif bergerak
  • Bercanda dengan rekan kerja. Humor diketahui dapat meningkatkan fungsi jantung dan produktivitas kerja
  • Pastikan kondisi yang memicu penyakit jantung, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol terkontrol dengan baik

Kelelahan memang tidak menyebabkan kematian secara langsung. Namun, apabila tetap merasa lelah padahal telah menerapkan pola hidup sehat, ada baiknya berkonsultasi ke dokter.

Apa yang kamu alami bisa saja merupakan sinyal kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan lebih serius.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X