Risiko Penyakit Jantung yang Mengintai Orang Kantoran

Kompas.com - 01/05/2019, 09:02 WIB
Ilustrasi ThinkStock/Todd Warnock Ilustrasi

KOMPAS.com - Gaya hidup pasif alias sedentari yang biasa dialami pekerja kantoran ternyata berpengaruh besar pada peningkatan risiko penyakit jantung.

Pegawai kantor biasa menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk. Mulai dari perjalanan dari rumah ke tempat kerja, di kantor, hingga saat istirahat di rumah pun kebanyakan cuma duduk menonton televisi atau gadget.

Kebiasaan buruk semacam ini ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan jika kita memiliki berat badan yang normal.

Selama ini kita tahu kegemukan adalah faktor utama yang meningkatkan penyakit jantung. Namun, masih banyak faktor lain yang berkontribusi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) menyimpulkan betapa berbahayanya gaya hidup kurang aktif dan kebanyakan duduk terhadap risiko penyakit jantung.

Studi itu meneliti orang dewasa berusia 40 hingga 79 tahun dengan indeks massa tubuh normal hingga berlebih.

Peneliti menemukan orang dengan indeks massa tubuh sehat- yaitu antara 18.5 hingga 24,9- namun memiliki gaya hidup pasif berisiko tinggi untuk mengalami penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

"Sangat penting untuk aktif secara fisik. Ini lebih penting dari sekadar berat badan atau indeks massa tubuh," kata dokter Erik Van Iterson, direktur pusat rehabilitasi jantung.

Menurutnya, hasil studi itu menunjukkan efek kumulatif dari bagaimana semua aspek dalam gaya hidup berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung.

Baca juga: Mengapa Banyak Orang Muda Mengalami Serangan Jantung?

Hidup aktif tidak cuma melakukan olahraga dua jam di akhir pekan, tetapi harus menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Jika kita bekerja dengan durasi delapan jam sehari, Van Iterson menyarankan agar kita melakukan aktivitas fisik berupa jalan kaki selama lima menit setiap jamnya.

Dengan cara ini, kita telah mampu mengakumulasikan 40 hingga 50 menit waktu untuk berolahraga tanpa kehilangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X