Angka Pengangguran di Bali Terendah se-Indonesia, Apa Rahasianya?

Kompas.com - 02/05/2019, 11:00 WIB
Suasana acara IKM Go-Digital yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, di Kuta, Bali, Senin (29/4/2019).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Suasana acara IKM Go-Digital yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, di Kuta, Bali, Senin (29/4/2019).

KOMPAS.com - Bicara soal pekerjaan, ketersediaan lapangan kerja seringkali menjadi pembicaraan utama.

Lapangan kerja yang tidak mencukupi kerap disebut sebagai salah satu penyumbang utama jumlah pengangguran yang tinggi.

Kendati demikian, Bali mungkin bisa menjadi contoh yang mengagumkan bagi provinsi lain di Tanah Air.

Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis akhir 2018 lalu, Provinsi Bali menjadi provinsi dengan angka pengangguran terendah, yaitu 1,37 persen.

Angka tersebut juga kembali diungkap oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Putu Astawa.

Astawa menyampaikan hal itu ketika menghadiri acara "IKM Go-Digital" yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, di Kuta, Bali beberapa waktu lalu.

"Angka pengangguran di Bali terendah, yaitu 1,37 persen. Hampir tidak ada yang menganggur di Bali," ujar dia.

Baca juga: Ini 5 Provinsi dengan Persentase Tingkat Pengangguran Terbesar

Nah, lalu apa 'rahasia' di balik rendahnya angka pengangguran tersebut?

Menurut Astawa, untuk menekan angka pengangguran harus tersedia jumlah lapangan pekerjaan yang cukup dan bersifat permanen.

Lapangan pekerjaan tersebut juga harus didukung oleh investasi, dan kegiatan ekspor.

Untuk Bali, perhotelan sebagai bagian dari industri pariwisata menjadi salah satu lapangan kerja yang paling banyak. Meski begitu, sektor lainnya juga tetap dijaga.

"Pertanian, misalnya, juga tidak boleh ditinggalkan. Kami juga tetap membina pertanian supaya jika suatu saat pariwisata drop mereka pasti larinya ke pertanian," kata Astawa.

Sektor informal memang menjamur di Bali. Jumlahnya mencapai sekitar 8,5 persen dari total masyarakat Bali.

Mulai dari kerajinan patung, perak, bambu, busana, anyaman, dan lainnya banyak ditemukan di Pulau Dewata.

Bidang fesyen, menurut dia, menjadi salah satu produk yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat Bali.

Baca juga: BPS: Jumlah Pengangguran Berkurang 40.000 Orang

"Fesyen kan mulai dari perhiasan kepala sampai kaki. Jadi inovasi, diberi sentuhan misalnya seperti tenun lokal Bali," ucap dia.

Ketersediaan lapangan pekerjaan saja sebetulnya tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di suatu daerah, tanpa diiringi dengan semangat dari masyarakat itu sendiri.

Termasuk dalam menjalankan industri kecil dan menengah.

Menurut Astawa, banyak masyarakat Bali antusias dalam menjalankan IKM karena mendapat apresiasi yang bagus dari pasar.

"Kalau pasar tidak mengapresiasi ini tidak akan jalan. Jadi yang paling penting bagi kami pasar. Ibaratnya, orang Bali bikin apa aja dia bisa kok (laku)," tutur dia.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X