Kompas.com - 02/05/2019, 11:22 WIB
Ilustrasi tidur dengan kipas angin mrehanIlustrasi tidur dengan kipas angin

KOMPAS.com - Tidur yang cukup dan mengelola stres adalah dua faktor penting jika kita ingin selalu sehat. Terlebih jika sebelumnya kita memiliki penyakit darah tinggi alias hipertensi.

Bahaya stres dan kebiasaan begadang pada pasien hipertensi diungkap dalam penelitian terbaru. Kombinasi dua hal itu disebut bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Riset tersebut diterbitkan dalam peer-reviewed European Journal of Preventive Cardiology.

Para penulis penelitian mengumpulkan sampel dari 1.959 pekerja berusia 25 hingga 65 tahun dengan riwayat hipertensi yang tidak memiliki penyakit kardiovaskular atau diabetes.

Stres kerja didefinisikan sebagai "permintaan tinggi ditambah kontrol rendah". Dengan kata lain, mereka yang punya atasan menuntut, namun tidak memiliki kontrol atas keputusan pekerjaan tersebut.

Sementara gangguan tidur definisikan sebagai “kesulitan tidur dan/atau mempertahankan tidur.”

Salah satu penulis studi, Karl-Heinz Ladwig menyebut, kurang tidur dan stres kerja sebagai "masalah berbahaya."

Menurutnya, risiko yang mereka hadapi tidak berasal dari satu hari kerja yang buruk dengan sedikit tidur, tetapi kondisi selama bertahun-tahun.

Baca juga: Mengenal Diet DASH, Diet untuk Orang Hipertensi

Diperkirakan satu dari tiga orang dewasa di dunia memiliki tekanan darah tinggi.

Hipertensi meningkatkan risiko gagal jantung kronis, penyakit ginjal, mengalami serangan jantung pertama dan mengalami stroke pertama.

Hanya 54 persen orang dewasa dengan tekanan darah tinggi mengendalikannya dengan cara mengubah gaya hidup lebih sehat dan mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darah.

Gaya hidup sehat yang direkomendasikan seperti diet rendah garam, tinggi kalium; menjaga berat badan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur; menghindari merokok dan membatasi asupan alkohol; serta mengikuti instruksi dokter jika mereka minum obat tekanan darah.

"Tidur seharusnya menjadi waktu untuk berekreasi, bersantai dan memulihkan tingkat energi. Jika kamu mengalami stres di tempat kerja, tidur membantu pulih," kata Ladwig.

"Sayangnya, kurang tidur dan stres kerja sering berjalan seiring dan ketika dikombinasikan dengan hipertensi efeknya bahkan lebih berbahaya."

Baca juga: Benarkah Orang dengan Tekanan Darah Tinggi Gampang Marah?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X