Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Burger King Rilis "Unhappy Meal", Sindir McDonald's Sekaligus Kampanye Kesehatan Mental

Kompas.com - 03/05/2019, 17:16 WIB
Retia Kartika Dewi,
Bayu Galih

Tim Redaksi

Sumber CBS News

 KOMPAS.com - Salah satu restoran cepat saji asal Amerika Serikat, Burger King, menghadirkan sajian menu baru yang diberi nama "Real Meals", yang merupakan sindiran kepada pesaingnya, yaitu McDonald's.

Real Meals ini merupakan menu agar pemesannya dapat menjadi diri sendiri. Dengan demikian, pemesan menu ini bisa mengekspresikan suasana hatinya, sebab hidup tak selalu seperti "Happy Meal", menu khas McDonald's.

Dilansir dari CBS News, ada lima pilihan kotak Real Meals, yaitu Pissed Meal (marah), Blue Meal (sedih), Salty Meal (nelangsa), YAAAS Meal (bersemangat), dan DGAF Meal (tidak peduli).

Lima menu ini dikenal juga sebagai "Unhappy Meals", yang seakan menjadi lawan bagi Happy Meal.

Untuk menu lain, seperti boks #FeelYourWay dilengkapi dengan kombo Burger Whopper berukuran penuh, yang juga berisi kentang goreng dan minuman shake. Namun, kali ini tidak ada bonus mainan layaknya Happy Meal di McDonald's.

Burger King meluncurkan kelima menu ini di beberapa kota besar di AS, termasuk Seattle, New York, Los Angeles, Austin, dan Miami.

Baca juga: Iklan Burger King Dikecam karena Tampilkan Orang Makan Pakai Sumpit

Inisiatif ini tidak hanya dibuat sebagai aksi menyindir McDonald's. Namun. Burger King bekerja sama dengan organisasi kesehatan mental AS untuk meningkatkan kesadaran akan bulan kesehatan mental, yang berlangsung sepanjang Mei.

"Meskipun tidak semua orang akan berpikir mengenai kecocokan antara makanan cepat saji dengan kesehatan mental, bulan kesehatan mental diharapkan dapat meningkatkan obrolan di semua komunitas untuk mengatasi penyakit mental sebelum tahap 4," ujar Presiden dan CEO BKM, Paul Gionfriddo.

Ilustrasi: sebuah gerai Burger Kingwikimedia.org Ilustrasi: sebuah gerai Burger King
Diketahui, tahap 4 pada kesehatan mental mengacu pada tahap dengan tingkat keparahan gejala penyakit mental tertinggi, yang digambarkan BKM sebagai penyakit yang persisten, parah, dan mengancam jiwa.

Kampanye BKM sebelum mencapai tahap 4 bekerja untuk mengatasi masalah kesehatan mental sebelum mencapai titik itu.

Kemudian, Burger King merilis iklan yang bertepatan dengan boks baru ini, dengan pesan bahwa orang yang mengalami bad day dapat mengakuinya. Dengan demikian, tak ada alasan untuk merasa baik-baik saja setiap hari.

Iklan Burger King juga menukar slogan khas, "have it your way (terserah Anda)", menjadi "feel your way (rasakan dengan caramu)".

Baca juga: Janjikan Burger Gratis ke Wanita yang Dihamili Pesepak Bola, Burger King Dikecam

Sebelum Burger King, restoran cepat saji ternama seperti Wendy's dan Denny's telah memiliki program khusus untuk meningkatkan kesadaran akan kecemasan dan depresi.

Mereka berusaha untuk menyampaikan pesan kepada generasi milenial dan generasi Z akan ancaman depresi.

Banyak yang memuji Burger King atas kerja samanya dalam memerangi stigma negatif terhadap kesehatan mental. Meski begitu, Burger King menuai kritik karena dianggap belum berbuat banyak kepada masalah karyawannya sendiri.

"Ketika saya menjadi asisten manajer di Burger King, saya terlalu banyak bekerja dan stres, sehingga saya menangis dalam perjalanan (pulang). Kemudian saya membawa perasaan negatif ini ke manager daerahmu, pemilik waralaba yang lebih kecil dan karyawanmu," tulis seorang mantan karyawan Burger King.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber CBS News
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tempat Sewa Baju Pengantin Adat di Jakarta, di Mana Saja?

Tempat Sewa Baju Pengantin Adat di Jakarta, di Mana Saja?

Look Good
Sederat Karya Mendiang Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo

Sederat Karya Mendiang Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibyo

Feel Good
3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Fitting Baju Pengantin Adat Batak

3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Fitting Baju Pengantin Adat Batak

Look Good
Jarang Beli, Rania Yamin Lebih Sering Pakai Baju Eyang

Jarang Beli, Rania Yamin Lebih Sering Pakai Baju Eyang

Look Good
Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia, Ketahui 6 Fakta Mooryati Soedibyo Sang 'Empu Jamu'

Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia, Ketahui 6 Fakta Mooryati Soedibyo Sang 'Empu Jamu'

Feel Good
Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun, Ini Sederet Kiprahnya

Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun, Ini Sederet Kiprahnya

Feel Good
Tips dan Cara Tepat Menyimpan Baju Pengantin di Rumah

Tips dan Cara Tepat Menyimpan Baju Pengantin di Rumah

Look Good
Zodiak yang Paling Setia dalam Hubungan dan Pertemanan, Apa Saja?

Zodiak yang Paling Setia dalam Hubungan dan Pertemanan, Apa Saja?

Feel Good
Awas, Terlalu Lama Main Gawai Picu Tantrum pada Anak

Awas, Terlalu Lama Main Gawai Picu Tantrum pada Anak

Feel Good
Viral Bayi Meninggal Setelah Dipijat Nenek, Begini Cara Menolak Saran Pengasuhan Orang Terdekat 

Viral Bayi Meninggal Setelah Dipijat Nenek, Begini Cara Menolak Saran Pengasuhan Orang Terdekat 

Tanya Pakar - Parenting
Ada Tempat Bikin Baju Pengantin Batak di Jakarta, Apa Warna Terfavorit?

Ada Tempat Bikin Baju Pengantin Batak di Jakarta, Apa Warna Terfavorit?

Look Good
Cerita Para Atlet Disabilitas, Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan

Cerita Para Atlet Disabilitas, Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan

Feel Good
Sering Disepelekan, Ini 6 Kebiasaan yang Menurunkan Fungsi Otak

Sering Disepelekan, Ini 6 Kebiasaan yang Menurunkan Fungsi Otak

Feel Good
9 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Otak Cerdas dan Pintar

9 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Otak Cerdas dan Pintar

Feel Good
6 Jenis Kain yang Berbahaya bagi Bayi, Ketahui Risikonya 

6 Jenis Kain yang Berbahaya bagi Bayi, Ketahui Risikonya 

Feel Good
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com