Mengapa Botol Air Minum Isi Ulang Harus Dicuci

Kompas.com - 05/05/2019, 12:22 WIB
Ilustrasi tumblerKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Ilustrasi tumbler

KOMPAS.com - Biasanya kita tidak menganggap adanya bahaya kesehatan jika meminum kembali air yang sudah mengendap di dalam botol.

Padahal, kuman berkembang dalam kelembapan—termasuk mikroba di udara seperti bakteri, virus, dan jamur.

Seperti dilansir laman Reader’s Digest, ahli mikrobiologi Miryam Z. Wahrman mengungkapkan, kuman-kuman tersebut dapat mencemari air dalam botol yang dapat digunakan kembali,.

Segera setelah kita minum seteguk, sisa air dalam botol akan memiliki bekas apa pun yang ada di bibir dan di mulut.

“Bahkan mungkin ada partikel makanan ikut terbawa di dalam air jika kamu makan dan minum,” katanya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki botol minum sendiri. Di dalam keluarga, setiap orang harus memiliki botol minum sendiri.

Baca juga: Cara Benar Mencuci Botol Minuman

Karakter Android ciptaan sendiri di Taman Android bisa dicetak ke tumbler yang dapat dibawa pulang oleh pengunjungOik Yusuf/ KOMPAS.com Karakter Android ciptaan sendiri di Taman Android bisa dicetak ke tumbler yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung

Selain itu, Wahrman mengingatkan untuk berhati-hati dengan tempat meninggalkan botol air; lingkungan yang lembap dan panas mendorong pertumbuhan bakteri — terutama jika botolnya bening di bawah sinar matahari, di dalam atau di luar. 

"Mikroba hidup hanya menyukai air dan suhu hangat,“ kata Wahrman. 

Memang tidak setiap kuman akan membuat sakit. Sebab, pada dasarnya kita memiliki kekebalan dan hambatan lain terhadap kuman, seperti asam lambung yang bisa membunuh mikroba. 

“Tetapi, terkena mikroba tak dikenal yang tidak perlu dapat meningkatkan risiko penyakit,” jelas Wahrman.

Jadi seberapa sering harus mencuci botol air yang dapat digunakan kembali? Aahrman menyebut setidaknya satu kali setiap hari.

Kosongkan botol air yang dapat digunakan kembali. Ia mengingatkan untuk tidak menutupnya dan mencampur air segar dengan air lama.

Setelah itu cuci dengan sabun cuci piring dan air, bilas dengan baik untuk menyingkirkan sabun. Keringkan dan isi kembali dengan air tawar. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X