Kompas.com - 06/05/2019, 16:05 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga

Lalu, peserta menjalani tes latihan treadmill maksimal untuk mengukur kebugaran kardio mereka.

Dari analisis data ditemukan, peserta studi tahun 2003 yang tetap menjalani gaya hidup pasif atau yang saat itu berolahraga dengan intensitas sedang dalam waktu sedikit, ternyata memiliki kebugaran kardio atau aerobik yang rendah.

Baca juga: Tak Hanya Fisik, Olahraga Juga Menyehatkan Mental

Mereka kehilangan 10 persen dari kapasitas aeobik mereka dalam 10 tahun berikutnya, atau dua kali lebih cepat dibanding peserta yang dahulu melakukan latihan intensitas tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dapat mencegah penurunan kebugaran yang berhubungan dengan usia, dibanding olahraga intensitas rendah atau sedang.

Menurut the National Heart, Lung, and Blood Institute, aktivitas fisik membantu memperkuat jantung, meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

"Orang-orang mulai secara alami kehilangan kebugaran aerobik setelah sekitar usia 28 tahun atau lebih karena penurunan satu persen dalam denyut jantung maksimal per tahun," kata William Kraus, selaku pemimpin riset.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski mereka yang melakukan aktivitas fisik intensitas sedang memang tidak mendapatkan banyak manfaat kardio, tetapi mereka masih mendapat manfaat metabolisme, seperti tidak ada peningkatan tekanan darah, dan penurunan kadar insulin dan glukosa.

Menurunkan kadar insulin dan glukosa dapat menurunkan risiko obesitas dan diabetes.

Sayangnya, peneliti belum mengetahui pasti mengapa aktivitas fisik yang tinggi dapat mempertahankan tingkat kebugaran kardio dan mengapa aktivitas fisik sedang bisa menjaga kesehatan metabolisme.

Yang jelas, apapun itu, latihan fisik yang tinggi dapat membantu kebugaran aerobik atau kardio kita di hari tua nanti.

Namun, kita juga tak boleh menyepelekan manfaat aktivitas fisik dengan intensitas rendah.

Luangkan waktu untuk melakukan keduanya. Misalnya, kita berolahraga jalan kaki setiap hari dan menyisihkan hari khusus untuk melakukan latihan interval intensitas tinggi.

“Seseorang tidak harus melakukan olahraga berat untuk mendapatkan beberapa manfaat kesehatan yang sangat besar — terutama pada tekanan darah dan kontrol glukosa,” kata Kraus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.